Penjual Tanah Kavling Tipu Belasan Warga - Beritabali.com

News

Penjual Tanah Kavling Tipu Belasan Warga

Senin, 24 Januari 2011 | 20:50 WITA

images.google.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kasus penipuan menimpa belasan warga. Mereka ditipu oleh Putu Agustina Putra yang mengaku agen penjual tanah kavling di Jalan Tukad Irawadi, Panjer, Denpasar Selatan.

Pilihan Redaksi

  • Bos Garuda Bingung, Kebijakan Tutup Umrah Arab Saudi Baru Keluar Langsung Berlaku
  • Kepala Kantor Pos Sunat Uang Pensiunan Veteran Terancam 4 Tahun Penjara
  • Kru Asal Bali di Diamond Princess Belum Didata, KPI: Harusnya Pemprov Berinisiatif
  • Sejarah Hari Raya Galungan Masih Misteri
  • Awal Tahun, Tabanan Catat 18 Kasus Positif DBD
  • Para korban penipuan ini beragam. Ada pengusaha, pedagang, petani hingga anggota polisi.
    Modus penipuan ini sederhana, yakni memasang iklan di surat kabar. Kerugian akibat modus tersebut mencapai miliaran rupiah.
    Informasi yang didapat beritabali.com menyebutkan, penipuan ini berawal saat kadanya penawaran tanah kavling di media masa lokal.
    "Penawaran kavling dengan harga murah sehingga para korbannya tertarik," jelas sumber.
    Beberapa warga pun berminat dan kemudian mendatangi kantor PT. Bali Citra Perkasa di Jalan Tukad Pakerisan Denpasar. Direktur perusahaan tersebut adalah Putu Agustina Putra.
    Salah seorang korbannya, Wayan Sudarma, mengaku telah membeli tanah kavling dari perusahaan tersebut seluas 1,5 are dengan harga Rp 165 juta per are.
    Sudarma pun mendatangi perusahaan tersebut dan melakukan transaksi pembelian tanah pada bulan Pebuari 2010 di kantor pelaku di Jalan Tukad Pakerisan 75 X.
    "Saya setor awal Rp 182,5 juta. Sebagai tanda jadi, pelaku juga meminta uang tambahan yang wajib diberikan sebesar Rp 5 juta," jelasnya.
    Namun, terlapor tidak pernah memberikan sertifikat padahal uang sudah disetor. Sama juga dialami para korbannya yang tidak menerima sertifikat tanah. Akibatnya, para korbannya komplin.
    Tapi terlapor berupaya mengelak dengan seribu alasan. Dia selalu memberikan keterangan meyakinkan jika tanah itu tidak ada masalah dan masih dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
    Namun, setelah ditunggu beberapa bulan, sertifikat tanah tidak juga diberikan. Usut punya usut, ternyata tanah yang mereka beli masih dalam sengketa.
    "Kami mencoba untuk meminta dikembalikan uang. Tapi tidak diberikan, padahal uang itu utang sana sini," jelas Sudarma yang tinggal di Jalan Tukad Irawan, Panjer, Denpasar.
    Merasa dirugikan, mereka pun melaporkannya ke Polresta Denpasar. Setelah ditelusuri, ternyata korbannya sangat banyak bahkan mencapai belasan orang dan kemungkinan besar hingga puluhan orang.
    Nasib yang sama juga dialami oleh seorang pensiunan karyawan sebuah perusahaan wisata bernama Nyoman Pariana. Dia pun mengalami kerugian Rp 150 juta dari pembelian tanah seluas 1 are.
    "Uang saya tidak dikembalikan sama terlapor," jelasnya.
    Beberapa korban sudah melaporkan dengan didampingi kuasa hokum, Kuasa Hukum AA Gede Anom Wedhaguna, SH.
    "Korbannya kita duga bukan hanya 9 orang saja, tapi puluhan, karena kabarnya dia juga sudah dilaporkan ke Polda Bali," beber Anom ditemui di Mapolresta Denpasar.
    Sementara itu Pahumas Polresta Denpasar Kompol Sang Gede Sukawiyasa, mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.  

    Penulis : Surya Kelana

    Editor :


    TAGS : Penipuan Bali Denpasar Selatan Polresta Sertifikat Tanah


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV