News

Desa Unggahan Digegerkan Kasus Pelecehan Seksual, Pelaku Diburu Warga Setelah Kabur

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:38 WITA
Desa Unggahan Digegerkan Kasus Pelecehan Seksual, Pelaku Diburu Warga Setelah Kabur

Upaya mediasi yang dilakukan antara keluarga pelaku dan korban di Kantor Polisi. [bbcom]

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Warga di Desa Unggahan Kecamatan Seririt, Senin (26/6) digegerkan dengan perbuatan yang dilakukan PAK (15) warga Dusun Lebah Sari, Desa Unggahan Kecamatan Seririt lantaran melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah LVA (5) warga Dusun Celagi Desa Unggahan.
 
Bahkan sejumlah warga memburu remaja itu setelah kabur dari rumahnya sesudah nyaris memperkosa bocah tersebut.
 
Aksi pelecehan seksual yang dilakukan PAK yang berstatus sebagai pelajar itu diduga akibat pengaruh film porno, sehinga ingin melampiaskan kepada bocah lima tahun yang saat kejadian diajak oleh ibunya memetik cengkeh tidak jauh dari rumah pelaku.
 
Kapolsek Seririt, Kompol Loduwyk Tapilaha memaparkan aksi yang dilakukan pelaku, di mana awalnya korban yang ikut ibunya untuk memetik cengkeh di dekat rumah tersangka dipanggil dan disuruh oleh tersangka untuk membelikan rokok. Korban pun langsung pergi membelikan rokok tersangka.
 
“Usai membelikan rokok, korban terus memberikan rokok yang sudah dibelikan. Saat rokok diberikan, tiba-tiba saja pelaku secara spontan langsung membuka celana korban yang berwarna kuning. Tanpa pikir panjang tersangka, langsung memasukan kemaluannya ke alat vital korban,” papar Loduwyk Tapilaha.
 
Rencana akan memperkosa korban gagal dilakukan karena kemaluan pelaku tidak bisa masuk hingga akhirnya memilih menggunakan jari tangannya yang dimasukan ke alat vital korban sebanyak 1 kali. Korban yang merintih kesakitan langsung menangis, yang kemudian tangisan itu didengar oleh ibu korban.
 
“Ibu korban langsung menggedor pintu rumah pelaku, lantaran tidak ada respon, paman korban pun langsung mendobrak pintu rumah dan pelaku ini langsung melarikan diri keluar rumah tanpa menggunakan celana dalam,” ujar Kapolsek Seririt.
 
Sejumlah warga emosi dengan perbuatan yang dilakukan pelaku hingga memburu pelaku, bahkan pelaku nyaris dihajar massa, namun polisi langsung mengamankan pelaku yang masih dibawah umur tersebut dan dibawa ke Mapolsek Seririt untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan Polsek Seririt dalam penanganan kasus yang melibatkan anak-anak itu selanjutnya menyerahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng 
 
"Kasus ini sudah kami limpahkan ke unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng, baik itu korban, pelaku, sudah kami bawa ke Polres Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, prosesnya dilakukan sepenuhnya di Polres," ujar Loduwyk Tapilaha.
 
Kepala Desa Unggahan, Ketut Nasa mengaku tengah berupaya melakukan langkah-langkah mediasi dengan melibatkan masing-masing keluarga, yang kemudian sepakat untuk menyerahkan penanganan kasus itu ke polisi.
 
"Dari hasil mediasi kedua belah pihak, akhirnya sepakat kasus ini dilaporkan ke Polisi, namanya juga ini musibah. Ya kalau soal ramai itu, biasa di Desa kami kalau ada sekecil apapun kejadiannya itu, pasti sudah ramai itu. Tapi, sekarang sudah kami serahkan ke Polisi," ungkap Nasa.
 
Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual itu masih melakukan pemeriksaan secara terpisah baik kepada korban dan pelaku termasuk sejumlah saksi-saksi, bahkan proses pemeriksaan dilakukan cepat lantaran melibatkan anak dibawah umur baik pelakunya maupun korban. [mds/wrt]

Penulis : bbn

Editor : mds/wrt


TAGS : Pelecehan Seksual Anak Di Bawah Umur Buleleng


Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV