KPPAD Bali Nilai Ketahanan Keluarga di Bali Lemah - Beritabali.com

News

KPPAD Bali Nilai Ketahanan Keluarga di Bali Lemah

Rabu, 21 Februari 2018 | 18:44 WITA

Beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini  menilai ketahanan keluarga di Bali rendah. Buktinya sering terjadi konflik keluarga yang pada akhirnya menyebabkan anak menjadi korban. Salah satu contoh adalah pembunuhan 3 orang anak yang dilakukan ibu kandung dengan cara memberikan minum obat nyamuk

Pilihan Redaksi

  • Motif Masih Didalami, Ibu Tega Bunuh 3 Anaknya di Sukawati
  • Tujuh Ibu-Ibu Mencuri 37 Slop Rokok di Toko Sembako
  • BPOM Minta Masyarakat berperan Dalam Pengawasan Obat dan Makanan
  •  
    Menurut Yastini, kasus-kasus konflik keluarga yang menjadikan anak sebagai korban sudah berulangkali terjadi. Guna mengantisipasi kasus konflik keluarga terus berlanjut maka diperlukan program penguatan keluarga. 
     
    "Kedepan berkaca dari kasus yang banyak terjadi sekarang ini, tidak hanya untuk kasus ini,  kami melihat bahwa memang yang paling penting adalah mendorong agar pemerintah mengupayakan program penguatan keluarga, karena bagaimanapun juga patut diakui saat ini ketahanan keluarga semakin lemah," kata Yastini saa

    Pilihan Redaksi

  • Dua Pelajar Asik Pesta Narkoba di Kamar
  • Akibat Keterbatasan Biaya, Kakak-Adik Penderita Lumpuh Dirawat di Rumah
  • Kakak Bunuh Adik, Korban Tewas di Pelukan Ibunya
  • t ditemui Beritabali.com pada Rabu (21/2).
     
    Yastini mengaku sangat prihatin kasus pembunuhan 3 anak oleh ibu kandung dengan menggunakan obat nyamuk.  Mengingat kasus yang sama pernah terjadi di Singaraja tahun lalu.  Padahal orang tua dalam konsep perlindungan anak ini adalah pelindung utama bagi anak sehingga dalam undang undang pun keluarga diberikan atensi khusus. 
     
    Yastini memaparkan dalam undang undang  No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak disebutkan bahwa kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua akan diganjar hukuman dengan pemberatan sepertiga. 
     
    "Kami menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian, semoga bisa segera terungkap motif dari perbuatan keji ini," tegas Yastini. [bbn/mul]

    Penulis : Berita Advertorial

    Editor : mul


    TAGS :


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV