Sejumlah Kasus Pembunuhan Belum Terungkap di Wilayah Denpasar - Beritabali.com

Hukrim

Sejumlah Kasus Pembunuhan Belum Terungkap di Wilayah Denpasar

Minggu, 01 Maret 2020 | 20:30 WITA

beritabali.com/file

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Masyarakat saat ini mempertanyakan kinerja aparat kepolisian Polda Bali dan Polresta Denpasar yang belum berhasil mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di wilayah Denpasar Timur (Dentim) dan serangkaian kasus kejahatan lainnya.
Sejumlah kasus besar ini tidak pernah luput dari perhatian masyarakat luas. Masyarakat menginginkan kasus ini cepat terungkap dan Polisi segera menangkap pelakunya. Apalagi kasus ini menyangkut menghilangkan nyawa manusia.
Seperti kasus tewasnya ibu rumah tangga, Lailatil Nadiroh (44) di kebun jagung di Jalan Sedap Malam, Gang Tunjung Biru IV Banjar Kebon Kuri Klod, Subak Buaji Munduk Lengkuas, Denpasar Timur, Rabu (6/6) sekitar pukul 19.53 Wita.
Polisi sejauh ini sudah memeriksa belasan saksi, termasuk didalamnya  suami korban, Jainuri (44) beserta anak buahnya, kepala tukang, buruh proyek, tukang batu. Sejalan penyelidikan berlangsung, Polisi tidak menemukan pelakunya.
Sementara kecurigaan awal Polisi, pelaku adalah suaminya. Namun saat menjalani pemeriksaan, suaminya Jainuri mengaku selama ini tidak pernah ada masalah maupun pertengkaran dengan istrinya. Dikatakannya, dia menikah siri dengan perempuan asal Kediri, Jawa Timur itu pada Mei 2018.
Bahkan, sebelum ditemukan tewas,  saksi sempat menghubungi korban tapi telepon tidak diangkat. Sang suami mendatangi rumah kos sampai akhirnya mendengar kabar istrinya tewas di kebun jagung.
Kasus pembunuhan lainnya yang menarik perhatian adalah kasus tewasnya ibu rumah tangga, Ni Ketut Raning Siartini (37) yang ditemukan di rumahnya di Jalan Waribang nomor 18 Denpasar Timur, Kamis (26/12) lalu.
Perempuan ini dibunuh suaminya Wahyu Sugiono asal Madiun Jawa Timur. Polisi sudah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, namun jejak Wahyu Sugiono yang merupakan suami kedua dari korban itu bak hilang di telan bumi.
Kasus lainnya yang menghebohkan warga Renon adalah kasus perampokan berantai di 3 rumah mewah di kawasan Jalan Merdeka, Jalan Badak Agung dan Jalan Drupadi Renon, Denpasar Timur, Kamis (3/10/2019) lalu. Empat kawanan perampok ini beraksi mengendarai mobil dan menggasak harta benda milik korban di dalam rumah yang tidak berpenghuni.
Bahkan, dalam kejadian itu seorang perempuan pembantu rumah tangga sekarat di rumah sakit. Pasalnya, saat perampok bersenjata samurai itu masuk, korban ketakutan dan melompat dari ketinggian lantai dua. 
Menanggapi belum terungkapnya berbagai kasus tersebut, Direktur Ditreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan membenarkannya. Dikonfirmasi belum lama ini, Kombes Andi mengakui lambatnya pengungkapan kasus tersebut. Namun perwira asal Bugis, Sulawesi Selatan ini menegaskan kalau pihaknya terus bekerja.
"Kasus yang belum terungkap bukan berarti polisi tidak bekerja. Kami terus bekerja. Seperti kasus perampokan senjata anggota brimob. Meski lama akhirnya terungkap saat pelakunya rampok money changer di Tanjung Benoa, Nusa Dua menggunakan senjata tersebut," tegas Kombes Andi.
Mantan Direktur Shabara Polda Sumut itu menegaskan cepat atau lambat pengungkapan sebuah kasus tergantung tingkat kesulitan yang dihadapi.  "Yakinlah lambat laun nanti kasus itu semua terungkap. Lambatnya pengungkapan karena Polisi mengalami kesulitan. Misalnya kurangnya saksi, bukti-bukti atau faktor lainnya yang bisa menghambat pengungkapan kasus tersebut," tegasnya.

Penulis : Surya Kelana

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Pembunuhan Denpasar


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV