Informasi

Pasca Kebakaran Pasar Anyar Sari, Pemkot Rancang Relokasi Pedagang di 5 Titik

Senin, 13 Agustus 2018 | 16:25 WITA
Pasca Kebakaran Pasar Anyar Sari, Pemkot Rancang Relokasi Pedagang di 5 Titik

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pasca terbakarnya pasar Anyar sari atau Batu Kandik, Pemkot Denpasar bersama PD Pasar Kota Denpasar telah merancang lima titik yang akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang. 
 
Hal ini terungkap saat rapat kordinasi antar OPD terkait penanganan Pasar Anyar Sari pasca terbakarn yang dipimpin Aisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, I Made Toya di Kantor Walikota Denpasar, Senin (13/8). 
 
Dirut PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah merancang lima titik yang akan menjadi lokasi pasar darurat pasca kebakaran. Kelima titik tersebut merupakan kawasan lapang yang masih berada di sekitar pasar. Bahkan pasca kebakaran telah dilakukan kordinasi guna memberikan ruang bagi para pedagang terdampak kebakaran untuk kembali berjualan. 
 
Sembari menunggu proses anggaran untuk melakukan relokasi, pihaknya telah melaksanakan relokasi tahap 1, dimana para pedagang diberikan ruang untuk berjualan di kawasan Pasar Anyar Sari yang masih lapang. Selain itu, pihaknya juga telah mengupayakan relokasi tahap 2 dengan menata lima lokasi agar representatif digunakan sebagai pasar darurat sembari menunggu anggaran untuk relokasi pedagang. 
 
"Beragam upaya terus kami lakukan, salah satunya adalah relokasi sementara baik tahap 1 dan 2 sebelum anggaran relokasi dari Pemkot Denpasar dapat digunakan, pada intinya proses jual beli dan mekanisme pasar sebagai ujung tombak perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar dan maksimal" pungkasnya.
 
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kalak BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, Kepala BPKAD Kota Denpasar, Made Pasek Mandira, Dirut PD. Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Ketua BP. PD Pasar Kota Denpasar, I Made Westra, Dinas PUPR, serta instansi terkait lainya. 
 
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, I Made Toya mengatakan bahwa Pemkot Denpasar sesuai dengan arahan pimpinan berharap proses relokasi dapat dilaksanakan secepat mungkin. Kendati demikian, dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku sesuai dengan aturan perundang-undangan. 
 
"Semua pihak sepakat untuk menangani dampak terbakarnya Pasar Anyar Sari secepat mungkin, hal ini lantaran pasar merupakan sektor ekonomi terbawah yang merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan," ujar Made Toya. 
 
Lebih lanjut dikatakan, beragam upaya telah dilaksanakan yakni dengan merancang proses pembangunan pasar darurat bagi para pedagang terdampak kebakaran. Namun demikian, langkah awal terus dimaksimalkan dalam upaya memastikan kelancaran operasional di Pasar Anyar Sari tetap berjalan sebagaimana mestinya. 
 
"Saat ini kami mengupayakan anggaran relokasi masuk pada APBD Perubahan, namun sembari menunggu waktu pelaksanaan karena harus mengikuti tahap pembahasan antara eksekutif dan legislatif, PD. Pasar Kota Denpasar telah melaksanakan beragam uapaya guna memastikan proses jual beli di Pasar Anyar Sari berjalan dengan lancar," paparnya. 
 
Made Toya menambahkan bahwa terkait pembangunan kembali, pihaknya bersama seluruh jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta OPD terkait akan memperjuangkan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementrian Perdagangan RI guna merevitalisasi Pasar Anyar Sari yang kini termasuk dalam pasar dengan golongan Tipe C. (bbn/rlsdps/rob)

Penulis : bbn/humasdenpasar

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Pasca Kebakaran Pasar Anyar Sari Denpasar Relokasi


RUMAH MEDIA: Web Design Bali | Digital Agency | SEO Services

We are bali web developer, web design, SEO services, digital marketing agency, mobile developer that will help create value for your business.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Denpasar Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV