Bali Butuh Lembaga Khusus Penanganan Industri Kreatif - Beritabali.com

Informasi

Bali Butuh Lembaga Khusus Penanganan Industri Kreatif

Kamis, 04 Oktober 2018 | 23:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Beberapa permasalahan terkait pengembangan industri dialami oleh para pengrajin di Bali, baik dari segi ekspor, HAKI ataupun lainnya, maka dalam melindungi dan mengembangkan industri kreatif maka Provinsi Bali membutuhkan lembaga khusus yang menangani industri kreatif sehingga pembinaan terhadap masyarakat dapat dilakukan lebih intensif. 

Pilihan Redaksi

  • BUMDes Hadapi Industri 4.0, Perlu Perubahan Pola Pikir dari Agraris ke Bisnis
  • Industri 4.0, Sektor pertanian Perlu Manfaatkan Teknologi Tepat Guna
  • Tiongkok Siap Bantu Pembangunan Industri Pariwisata di Bali
  •  
    Hal ini terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kamis (4/10) menerima kunjungan  Kerja Komisi X DPR RI, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, terkait Penyerapan Informasi dan Masukan Terhadap Rancanagan Undang-Undang Ekonomi Kreatif.
     
    Selain itu, Koster juga menyampaikan bahwa permasalahan HAKI juga masih dialami para pengerajin di Bali. Banyak masyarakat Bali yang belum terlalu peduli dengan kekuatan dari HAKI tersebut dan banyak pula masyarakat Bali yang masih sulit mengurus perijinan usaha industri serta HAKI. Untuk itu, Koster berharap, Anggota Komisi X DPR RI dapat mengawal hal tersebut dengan baik, sehingga permasalahan terkait industri kreatif yang dialami oleh masyarakat Bali dapat tersolusikan. 
     
    Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyampaikan bahwa  Industri kreatif merupakan salah satu p

    Pilihan Redaksi

  • Masyarakat Dihimbau Patuhi Aturan Ganjil Genap Selama IMF-WB
  • Bali Didorong Gunakan Energi Bersih Ramah Lingkungan
  • Pemprov Bali Ingin Pasang Wifi di Tiap Desa Pakraman
  • ilar penting dalam membangun ekonomi nasional. Alasannya, industri ini mampu menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing di era globalisasi, sekaligus juga menyejahterakan masyarakat Indonesia. Provinsi Bali yang terkenal dengan industri kreatifnya, dimana sebagian besar masyarakat Bali berkecimpung di bidang industri kreatif. 
     
    Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI H. Abdul Fikri Fawih, menyampaikan bahwa terkait dengan permintaan Gubernur tersebut pihaknya akan memasukkan ke dalam pembahasan RUU terkait Ekraf yang sedang memasuki pembahasan tingkat I. Disamping itu, ia mengungkapkan bahwa tujuan dari RUU tersebut nantinya dapat mendorong seluruh aspek ekonomi kreatif sesui dengan perkembangan kebudayaan, teknologi, kreativitas, inovasi masyarakat Indonesia serta perubahan lingkungan perekonomian global.  Ia juga berharap nantinya RUU terkait Ekraf ini juga dapat dijadikan landasan hukum bagi pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan Ekonomi Kreatif di seluruh Indonesia. (bbn/rlspemprov/rob)

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Industri Kreatif Lembaga Khusus Haki Ekspor


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV