Sektor Pariwisata Riskan, Bali Perlu Merevitalisasi Sistem Pertanian - Beritabali.com

Informasi

Sektor Pariwisata Riskan, Bali Perlu Merevitalisasi Sistem Pertanian

Rabu, 10 Oktober 2018 | 23:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Bali memerlukan langkah strategis untuk menanggulangi sektor pariwisata yang cukup riskan salah satunya adalah revitalisasi sistem pertanian untuk mem-back up sektor wisata.  

Pilihan Redaksi

  • Wagub Cok Ace Harap Even Internasional di Bali Bisa Tunjang Pariwisata
  • LNG Untuk Industri Pariwisata di Bali: Ditarget 3 Juta Standar Kaki Kubik Per hari
  • Wagub Cok Ace Tak Ingin Pariwisata Bali Dijual Murah
  •  
    "Sektor pertanian juga bisa mendongkrak sektor lainnya seperti Industri Kecil dan Menengah,” tandasnya saat dalam acara International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality yang juga merupakan rangkaian dari even IMF-World Bank Forum 2018 di Hotel Anvaya, Kuta, Rabu (10/10).
     
    Lebih lanjut Ia juga menyebutkan bahwa Bali merupakan Provinsi terbaik ke empat di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi, rendahnya angka kemiskinan, tingginya kapabilitas penduduk dalam mengakses berbagai kesempatan, serta tingginya persamaan gender serta kesenjangan sosial yang rendah. Meski demikian, ia mencatat di Bali pertumbuhan sektor manufaktur cukup rendah, karena sektor utama Bali adalah industri pariwisata. 
     
    Terkait kondisi nasional, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro juga mengatakan, masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial memang masih ada di Indonesia. Ia menambahkan angka kemiskinan saat ini di Indonesia memang tercatat di titik terendah, namun pemerintah tetap mengupayakan pengentasannya. “Salah satunya adalah dengan mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran,” ujarnya. 
     
    Selain masalah kemiskinan hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah kesenjangan sosial. Ia menambahkan beberapa hal yang menyebabkan lambatnya penanganan kemiskinan dan kesenjangan antara lain kurangnya akses pelayanan keuangan di daerah pinggiran, kepemilikan lahan sampai saat ini mayoritas dari kalangan menengah ke atas, kurangnya akses teknologi informasi hingga ke pelosok serta masih banyak daerah-daerah pinggiran yang terdampat bencana alam. Beberapa langkah pemerintah untuk menguranginya antara lain peningkatan sistem pendidikan, kesehatan serta nutrisi untuk masyarakat dan peluasan lapangan pekerjaan. 
     
    Sementara itu, Presiden IFAD Gilbert F Houngbo menekankan pentingnya peningkatan sistem pertanian untuk mengurangi angka kemiskinan di dunia. Ia menyatakan bahwa kemiskinan banyak terjadi di daerah pinggiran daripada di daerah perkotaan, sehingga Ia menekankan pentingnya perluasan lahan pekerjaan di

    Pilihan Redaksi

  • Membeli Hasil Pertanian Langsung Dari Petani di Peken Carik-Sembung
  • Braya Sugianyar Dideklarasikan, Fokus Garap Pertanian, Pariwisata Budaya, dan Tenaga Lokal
  • Ritual Pertanian Masyarakat Bali Penuh Makna Simbolik
  • daerah tersebut seperti petani maupun nelayan. 
     
    Menurutnya IFAD adalah lembaga khusus PBB yang bertujuan untuk menyediakan pendanaan dan menggerakkan sumber-sumber tambahan untuk program-program yang khusus dirancang untuk pengembangan ekonomi wilayah miskin, terutama dengan mengembangkan produktivitas agrikultural. 
     
    Misi IFAD adalah untuk memberdayakan masyarakat miskin di pedesaan dengan tujuan menghapuskan kemiskinan. IFAD bergerak di bidang pertanian dengan dasar bahwa 75% penduduk miskin di dunia—sejumlah 720 juta manusia—hidup di daerah terpencil dan sangat bergantung dengan aktivitas pertanian untuk mempertahankan hidupnya. Ia juga menambahkan dalam melakukan aktivitasnya, IFAD bekerjasama dengan  pemerintah, donor, organisasi non-pemerintahan, dan rekanan lainnya. IFAD berfokus pada solusi country specific, yang akan meningkatkan akses penduduk miskin kepada jasa finansial, pasar, teknologi, lahan, dan sumber daya alam. (bbn/rlspemprov/rob)
     

    Penulis : bbn/humasprovinsibali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Menteri Bappenas Bali Perlu Merevitalisasi Sistem Pertanian Sektor Pariwisata Riskan


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV