Kejati Bali Bantah Intervensi Kasus Korupsi Dana Hibah Yayasan Al Maruf - Beritabali.com

Hukrim

Kejati Bali Bantah Intervensi Kasus Korupsi Dana Hibah Yayasan Al Maruf

Rabu, 31 Oktober 2018 | 08:07 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum)/Humas Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati) Bali Edwin Ignatius Beslar yang ditemui diruang kerjanya, Selasa (30/10) kemarin, membenarkan kasus yayasan Al Ma’ruf masih ditangani Kejaksaan Negeri Denpasar. 

Pilihan Redaksi

  • Diduga Malu Terlibat Kasus Korupsi, Mangku Grebeg Nekat Gantung Diri
  • Kasus Korupsi LPD Kapal, Polisi Menduga Kuat Ada Tersangka Lain Selain Ladra
  • Korupsi Dana APBDes Rp.1 Miliar, Kepala Desa Baha Diadili
  •  
    "Pekara ini hingga saat ini (kemarin) masih berjalan dan masih ditangani," ujar Edwin. 
     
    Soal adanya intervensi dari Kejaksaan Agung untuk memperlamban kasus ini, Jaksa asal Manado Sulawesi Utara itu mengatakan tidaklah benar. “Tidak benar ada intervensi, Kejaksaan tetap komitmen menyidangkan kasus ini,” ungkapnya tegas. 
     
    Meski demikian, ia mengakui pihaknya tidak menahan tiga tersangka yakni Muhamad Saifudin, Supeni Mayangsari alias Bu Jero dan H. Miftah Aulawi Nor. Dalihnya, tiga tersangka dinilai koperatif, tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. 
     
    Diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Denpasar telah melimpahkan kasus dugaan korupsi dana hibah yayasan Al Ma’ruf sebesar Rp 200 juta, dengan tiga tersangka ke Kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis (6/9) lalu. Namun sebulan lebih kasus ini ditangani pihak Kejaksaan belum juga dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Padahal sesuai SOP, semestinya berkas kasus tersebut sud

    Pilihan Redaksi

  • Operasi Zebra Agung Fokus di Wilayah Tabanan yang Rawan Kecelakaan
  • Pemakaian Saput Poleng Pada Pohon Besar Sebagai Bentuk Pelestarian Lingkungan Hidup
  • Bendesa Adat Tonja Mengaku Jadi Pecandu Shabu Sejak 6 Bulan Lalu
  • ah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar, paling lama dua minggu. 
     
    Kasus dugaan korupsi ini terjadi 30 Desember 2016 lalu, menyeret tersangka Hj. Mohamad Saifudin sebagai Ketua Pembina Yayasan Al Ma’ruf dan tersangka Supeni Mayangsari. Kasus ini berawal adanya kegiatan perjalanan ziarah ke Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam pada APBD Perubahan TA 2016.
     
    Pemerintah Kota Denpasar akhirnya mengucurkan dana hibah sebesar Rp200 juta. Ternyata setelah bantuan dana hibah cair, H Miftah Aulawi Noor tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan hibah tersebut yang belakangan menggunakan nota dan kuitansi fiktif.
     
    Berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Bali menyatakan bahwa perbuatan tersangka telah mengakibatkan kerugian keuangan negara atau daerah sebesar Rp200 juta. Belakangan, kabarnya saat proses pelimpahan ke Kejaksaan, tiga tersangka telah mengembalikan kerugian Negara tersebut. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Korupsi Dana Hibah Al Maruf Kejati Denpasar Bantah Intervensi


    Komodo Liveaboard And Phinisi Cruise Sailing | Bali Phinisi Yacht

    Liveaboard Indonesia, Luxury Sailing Yacht Charter, Luxury Pearl Through The Archipelago. Behike Yacht Private Cruises offer incredible journeys through some of the most extraordinarily beautiful and exotic destinations. Contact us Today 081337567123



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV