Terdakwa Pembunuh Bayi Kembar Mengaku Bagaimana Melakukan Aborsi - Beritabali.com

Hukrim

Terdakwa Pembunuh Bayi Kembar Mengaku Bagaimana Melakukan Aborsi

Senin, 12 November 2018 | 21:05 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Dalam sidang kasus ibu pembunuh bayi kembar perempuan, terungkap pelaku melakukan aborsi dengan cara meminum racikan minuman Soda dengan jus nanas muda.

Pilihan Redaksi

  • Sidang Diiringi Massa, Ismaya Sebut Diperlakukan Seperti Tahanan Teroris
  • Terungkap di Sidang Terdakwa Membunuh Bayi Kembarnya Karena Ditinggal Pacar
  • Satpol PP Denpasar Sidang Tipiring 3 PKL, Pemilik Toko Perhiasan Tidak Hadir
  •  
    Kasus temuan bayi kembar dalam selokan yang sempat viral itu, menghadirkan saksi mahkota yang merupakan kekasih dari terdakwa Dafriana Wulansari alias Lani. Majelis hakim yang diketuai Novita Riama itu sempat heran atas pengakuan saksi Fenantianus Karitas Redento alias Fenan yang merupakan pacar dari terdakwa soal saat berhubungan tidak tahu jika terdakwa dalam keadaan hamil.
     
    "Saat saya jadi pacar dia (terdakwa) saya belum mengetahui dia hamil yang mulia. Akhirnya tahu saat dia bercerita, kalau yang hamili tidak bertanggung jawab," aku saksi di persidangan ruang Kartika, Senin (12/11) di PN Denpasar.
    Yang bikin seisi ruangan heboh saat Gambar Kaspar selaku Kuasa Hukum terdakwa menanyakan proses bayi itu terlahir paksa.
     
    "Saat tau pacar kamu hamil. Apa yang kalian lakukan?" tanya Gambar dan dijawab saksi dengan sepakat untuk menggugurkan. "Dengan apa cara sodara saksi menggugurkan," tanya kembali Gambar.
     
    "Saya buatkan jus nanas muda dicampur soda sprite. Diminumkan sampai 7 hari," aku saksi.
     
    Hanya saja saksi mengaku sama sekali tidak mengetahui kapan dan proses lahiran dari bayi kembar yang malang itu. Pengakuan saksi saat itu sedang pulang ke kampung halamannya di NTT. Jawaban saksi sontak membuat hakim menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Ari Suparmi soal kenapa pihak pacar terdakwa tidak masuk sebagai terdakwa.
     
    Untuk diketahui perbuatan terdakwa itu diatur dan dijerat dalam Pasal 76c Jo Pasal 80 ayat 3,4, UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak

    Pilihan Redaksi

  • Tingginya Angka Kematian Ibu dan Kekurangan Gizi Masih Jadi Masalah Kesehatan
  • 13,72% Koperasi Binaan Pemprov Bali Masuk dalam Kategori Pengawasan
  • Paviliun ABMEC di RS Bali Mandara Hadirkan Layanan Pengobatan Mata Terbaik
  • . Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda  paling banyak Rp72.000.000. 
     
    Untuk diketahui awal mula kasus ini. Mulanya, pada 12 Juni 2018 Pukul 17.00 wita terdakwa dijemput saksi Fenantianus Karitas Redento alias Fenan yang merupakan pacar terdakwa untuk nginap di kos di Jalan Ratna Gang Wedakura Nomor 06 Denpasar. 
     
    Pada malam harinya, terdakwa mulai merasakan sakit dibagian perut dan merasakan bayi yang dikandungnya hendak lahir. Saat bayi terlahir terdakwa kemudian membunuh dengan cara mencekik dan menusuk dengan pisau dapur. Itu dilakukan lantaran pacarnya kabur.
     
    Bayi kembar yang malang itu dibungkus mengunakan plastik hitam itu dicelah samping kamar kos. Pada hari minggu pada tanggal 15 Juni 2018 sekitar pukul 12.00 wita, saksi Waluyo mencium bau tidak sedap dari celah kamar kos yang ditempati saksi Fenan. Setelah di cek sumber bau tak sedap itu berasal dari jasad bayi kembar yang dibuang terdakwa. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pembunuh Bayi Kembar Terungkap Cara Aborsi Bayi


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV