Polda Bali Belum Merespon Soal Belum Diterimanya Surat Penetapan Tersangka Sudikerta - Beritabali.com

Hukrim

Polda Bali Belum Merespon Soal Belum Diterimanya Surat Penetapan Tersangka Sudikerta

Minggu, 02 Desember 2018 | 05:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Terkait pengakuan Togar belum adanya pemberitahuan surat penetapan terhadap Sudikerta, belum dijawab oleh Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja, saat dikonfirmasi Sabtu (1/12) malam.

Pilihan Redaksi

  • Kuasa Hukum Sudikerta Mengaku Belum Menerima Surat Penetapan Tersangka Kliennya
  • Ketut Sudikerta Tersangka Kasus Penipuan Rp 150 Miliar, Pengacara Mengaku Heran
  • Polisi Bekuk DPO 6 Bulan Kasus Penggelapan Uang Rp.40,9 Miliar di Jakarta
  •  
    ]Sebelumnya, Kombes Hengky Widjaja membenarkan penetapan Sudikerta sebagai tersangka. "Iya benar, resmi tersangka setelah Ditreskrimsus menggelar perkara," tegasnya Jumat (30/11).
     
    Sementara itu, Ketut Sudikerta resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 150 miliar berdasarkan laporan PT Maspion Grup Surabaya.
     
    Penetapan tersangka Sudikerta terkait Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Dit Reskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11) lalu. Dalam SP2HP menyatakan terhitung sejak Jumat (30/11), mantan Wakil Gubernur Bali itu resmi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.
     
    Pasal yang menjerat Sudikerta diantaranya Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KHUP tentang pidana penipuan dan penggelapan, Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang penggunaan surat palsu dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
     
    Disebutkan, kasus ini berawal tahun 2013 lalu saat Maspion Grup melalui anak perusahaannya PT Marindo I

    Pilihan Redaksi

  • Putri Koster Minta Masyarakat Stop Diskriminasi Pada ODHA
  • Mahasiswa Sastra Bali Diharapkan Jeli Tangkap Peluang Regulasi Pemerintah
  • Jamkrida Bukukan 145 Ribu Terjamin dengan Total Plafon Rp7,6 T
  • nvestama ditawarkan tanah seluas 38.650 m2 (SHM 5048/Jimbaran) dan 3.300 m2 (SHM 16249/Jimbaran) yang berlokasi di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh Sudikerta.
     
    Tanah ini berada di bawah perusahaan PT Pecatu Bangun Gemilang, dimana istri Sudikerta Ida Ayu Ketut Sri Sumiantini menjabat selaku Komisaris Utama. Sementara Direktur Utama dijabat Gunawan Priambodo. Setelah melewati proses negosiasi dan pengecekan tanah, akhirnya PT Marindo Investama tertarik membeli tanah tersebut seharga Rp 150 miliar. Transaksi pun dilakukan pada akhir 2013.
     
    Kurun waktu beberapa bulan setelah transaksi barulah diketahui jika SHM 5048/Jimbaran dengan luas tanah 38.650 m2 merupakan sertifikat palsu. Sedangkan SHM 16249 seluas 3.300 m2 sudah dijual lagi ke pihak lain. Akibat penipuan ini, PT Marindo Investama mengalami kerugian Rp 150 miliar.
     
    “Setelah diselidiki, terungkap Sudikerta berperan menawarkan tanah, membuat PT Pecatu Bangun Gemilang hingga membagikan uang hasil penjualan tanah tersebut,” jelas sumber. (bbn/spy/rob),

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pernyataan Kuasa Hukum Togar Polda Bali Belum Merespon


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV