Bluebird Bali Jadi Program Percontohan Pengelolaan Sampah Plastik - Beritabali.com

Ekbis

Bluebird Bali Jadi Program Percontohan Pengelolaan Sampah Plastik

Minggu, 09 Desember 2018 | 19:05 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Noni Purnomo selaku Presiden Direktur Bluebird Group Holding mengakui jika Bluebird Bali paling kreatif menjadi program percontohan pengelolaan sampah terutama dalam hal sampah plastik.

Pilihan Redaksi

  • Badung Produksi 286 Ton Sampah Per Hari, 40% dari Sektor Pariwisata
  • Wabup Kembang Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir Pengelolaan Sampah
  • Cegah Sampah Berserakan, Pantai Tulamben Memerlukan Ratusan Tong Sampah
  •  
    Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala Bluebird Bali karena dalam satu tahun di mampu mengumpulkan sampah atau botol plastik yang jumlahnya mencapai 1,6 juta.
     
    "Impactnya sangat besar, timbul kesadaran. Kesadaran ini harus dari hati dan keinginan sendiri. Kini kita pun kerjasama dengan bank sampah untuk menghimpun dan menampung sampah plastik," ungkapnya saat penandatangananan nota kesepakatan (MoU) antara PT Bluebird Group dengan LSM internasional World Wide Fund for Nature (WWF), Minggu (9/12) di Kantor Bluebird, Jimbaran, Badung.
     
    Hal senada dikatakan General Manager Bluebird Group Area Bali-Lombok, dr. I Putu Gede Panca Wiadnyana bahwa proses penanganan sampah telah diprogramkan sudah sejak lama dengan proses yang sangat panjang, terutama dalam memberikan pemahaman terhadap tenaga pengemudi di Bluebird Bali.
     
    “Program ini sudah dijalankan sejak empat tahun lalu, yang sekarang hanya sekedar seremoni. Sudah lama menanamkan ke pengemudi, program tidak akan jalan kalau mindsetnya belum diperbaiki dan aktivitas dibangun dari sebuah komitmen,” terangnya.
     
    Adapun salah satu upaya penanganan sampah dilakukan dengan bekerja sama dengan pengelola bank sampah, dimana sampah yang ada di kantor khususnya tidak dibuang kemana-mana.
     
    "Ya kalau bisa penggunaan plastik dieliminasi atau disubstitusi dengan yang lain,” tutup Panca.
     
    Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster melalui staf ahlinya pada acara tersebut menyatakan dengan menjalin kemitraan dengan WWF, artinya perusahaan telah serta merta dalam menjaga lingkungan yang berdampak pada keamanan, kebersihan dan kenyamanan.
     
    Kedepan, disampaikan Gubernur bahwa infrastrukstur di bidang transpotasi benar-benar dapat bermanfaat bagi lingkungan hidup disamping aspek lainnya seperti keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kesetaraan. Karenanya kata Gubernur, lingkungan dan transportasi adalah dua hal yang sama-sama strategis dan penting. Kedua hal ini harus saling sinergi dan tidak merugikan dalam perkembangan pariwisata seperti halnya yang dilakukan Bluebird di Bali.
     
    "Bluebird Bali telah menjadi perusahaan transportasi pertama yang mewujudkan komitmennya dengan menjalin kemitraan dengan WWF. Harapan agar usaha transportasi lain bisa mengikuti langkah yang dilakukan oleh Bluebird Group," tegasnya.
     
    Masalah penanganan lingkungan, lanjutnya, tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam menjaga dan peduli terhadap lingkungan. Ka

    Pilihan Redaksi

  • Cheff Hendra: Melatih Masak Pedagang Pantai Perlu Teknik Khusus
  • Kanwil DJP Bali Bukukan Realisasi Penerimaan Pajak Rp8,5 T
  • Sudah Minum Obat, Masih Gagal Tegang Juga
  • renanya, gubernur menilai adalah lingkungan dan transportasi harus sejalan dan sinergi. Sementara itu terkait dengan MOU ini, dipilihnya Bali sebagai percontohan, karena Bali sebagai garis depan atau wajahnya Indonesia ada di Bali.
     
    Direktur Konservasi WWF Indonesia ‎Lukas Adhyakso berharap Bluebird Group sebagai perusahaan yang besar memiliki peran yang sangat besar dalam mempengaruhi dalam merubah perilaku masyarakat. Bluebird Bali menjadi program percontohan pengelolaan sampah terutama sampah plastik. Sehingga kedepannya agar Bluebird Group juga mengembangkan inisiatif yang sama secara nasional.
     
    "Kami sangat berbahagia karena Bluebird mau untuk melangkah ke depan, mau diajak kerjasama dan berharap yang lain seperti itu. Ini merupakan suatu komitmen, bukan mencari dukungan pendanaan,” tegasnya. 
     
    Ia juga berharap agar perusahaan lain juga bisa melakukan hal yang sama seperti Bluebird Bali yang peduli terhadap lingkungan. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : MoU WWF-Blue Bird Group Pengelolaan Sampah Plastik


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV