Bawa 2 Kilo Hasis ke Bali, WN Jerman Terancam Hukuman Mati - Beritabali.com

Hukrim

Bawa 2 Kilo Hasis ke Bali, WN Jerman Terancam Hukuman Mati

Rabu, 03 April 2019 | 19:45 WITA

Beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Seorang pria berkebangsaan Jerman, Frank Zeidler, didudukkan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Denpasar, pada Selasa (2/4/2019). Pria kelahiran Berlin, 13 Maret 1962, ini disidangkan atas kasus kepemilikan narkotika jenis Hasis dengan berat 2.105 gram. Ia diamankan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada 8 Desember 2018.

Pilihan Redaksi

  • 129 Jenazah Masih Dititip di RS Mangusada Badung
  • Jadi Caleg, Mantan Ketua KPU Tabanan Jual Mobil
  • UHA Pastikan Karyawan Dapat Toleransi Waktu Untuk Memilih Pada 17 April
  •  
    Sidang berlangsung di ruang Kartika dengan Ketua majelis hakim Esthar Oktavi, SH.MH dan hakim anggota Novita Riama,SH.MH dan Engeliky Handajani Day,SH.MH. Dengan didampingi penerjemah bahasa, I Wayan Ana, Jaksa penuntut umum (JPU) Made Putriningsih,SH membacakan dakwaan bagaimana terdakwa diamankan hingga bergulirnya di persidangan.
     
    Usai membacakan dakwaan, Jaksa langsung menghadirkan saksi dua petugas Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai. Diterangkan bahwa terdakwa begitu tiba di Bandara, gerak geriknya sudah mencurigakan. Saat itu ia tiba pada 8 Desember 2018 sekitar pukul 15.00 Wita. 
     
    "Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum mengimpor Narkotika golongan I jenis hasis yang beratnya melebihi 2 Kilogram dengan berat 2.105 gram netto," ungkap Jaksa Kejati Bali dalam dakwaan Pertama. 
     
    Diuraikan, berawal saat pria yang berprofesi sebagai terapis ini berangkat dari New Delhi India dengan menggunakan pesawat Thai Airways TG 316 dan transit di Bangkok. Kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bali dengan mengunakan pesawat Thai Airways TG 431. 
     
    Setiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdakwa kemudian turun dari pesawat lalu menuju ke counter imigrasi untuk menstempel paspor dan mengambil koper Sofcase warna hitam miliknya. 
     
    Saat di areal Bea dan Cukai, koper milik terdakwa diperiksa melalui mesin X-ray dan terekam benda mencurigakan.
     
    "Dalam pemeriksaan ditemukan 1 paket padat

    Pilihan Redaksi

  • Wanita Lansia Kena Tipu Hipnotis di Denpasar, Kerugian Capai Ratusan Juta
  • Desa Adat di Bali Kini Resmi Miliki Payung Hukum
  • Polres Klungkung Bekuk 2 Pelaku Penyalahguna Narkoba
  • an warna hitam yang dibalut dengan lakban warna abu-abu yang diduga mengandung sediaan hasis yang tersimpan dan disembunyikan dibawah dinding koper," beber Jaksa.
     
    Selanjutnya, paket yang diselundupkan terdakwa dilakukan pengujian dengan mengunakan Narkotic Tes. Benar saja, paket tersebut mengandung sediaan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa Hasis. 
     
    Terdakwa dan barang bukti kemudian diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali hingga kasus bergulir ke meja hijau. 
     
    Atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan dua Pasal. Pada dakwaan Pertama, JPU memasang Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. 
     
    "Sedangkan dakwaan ke Dua, Pasal 111 ayat (2) UU yang sama dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun," tutup Jaksa. [bbn/maw/psk]

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Narkotika Jerman Bali


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV