Melintasi Bukit Sejauh 5 Km Menuju Sekolah, Murniasih Bercita-Cita Menjadi Guru - Beritabali.com

News

Melintasi Bukit Sejauh 5 Km Menuju Sekolah, Murniasih Bercita-Cita Menjadi Guru

Jumat, 03 Mei 2019 | 13:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KARANGASEM.
Demi menggapai cita – cita sebagai seorang guru, Ni Ketut Murniasih (9), salah seorang siswi sekolah dasar nomor 6 Bugbug, Karangasem harus rela berjalan kaki menempuh jarak sejauh lima kilometer melintasi perbukitan untuk pergi ke sekolah.

Pilihan Redaksi

  • Mendengar Suara Sirine Para Siswa di Denpasar Riuh Bergerak Mencari Titik Kumpul
  • Siswa Disabilitas Keluhkan Soal UNKP Bahasa Indonesia
  • Ratusan Siswa SD Melepas 3.000 Kupu-Kupu di Gianyar
  •  
    Usaha siswi kelas tiga sekolah dasar ini terbilang sangat luar biasa, pasalnya selain menempuh jarak yang terbilang sangat jauh, putri keempat dari pasangan I Nengah Merta dan Ni Ketut Kantin ini juga sangat berani.
     
    Dalam perjalanannya menuruni lereng bukit Pejingan dari tempat tinggalnya menuju kesekolah bukan tanpa rintangan. Selain harus melewati jalan yang dihimpit jurang, jalan terjal berbatu juga harus dilaluinya. Tak sampai disana, Murniasih juga harus ekstra hati – hati karena hampir disepanjang jalan banyak berkeliaran monyet hutan.
     
    Murniasih tinggal di satu rumah yang berada di atas Bukit Pejingan, wilayah Bugbug, Karangasem bersama kedua orang tuanya. Dalam memenuhi kebutuhan sehari–hari orang tua Murniasih hanya bergantung dari uang hasil penjualan ternak.
     
    Meski demikian, di tengah himpitan ekonomi, kedua orang tuanya bertekad agar Murniasih bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi sehingga tidak putus sekolah seperti yang dialami oleh ketiga kakaknya.
     
    “Kami tidak ingin putri kami putus sekolah seperti ketiga kakaknya, kami akan bekerja keras agar bisa menyekolahkan Murniasih hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” begitu kedua orang tua Murniasih.
     
    Tentu di balik senyuman tulus dan lugunya, tak banyak orang menyangka seberapa berat perjuangan seorang anak perempuan berusia 9 tahun ini untuk mendapatkan pendidikan. Meski di tengah keterbatasan Murniasih tetap semangat dan membuktikan tekadnya dengan tidak pernah telat datang ke sek

    Pilihan Redaksi

  • Pelayanan Peserta JKN-KIS di RSUD Karangasem Dihentikan
  • Satpol PP Karangasem Ciduk 16 Duktang Tanpa Identitas
  • Hari Kartini, Putri Koster Sambangi Lansia di Karangasem
  • olah meskipun harus meniti jalan setapak berkilo – kilometer jauhnya.
     
    “Selama ini Murniasih tidak pernah datang terlambat bahkan ia selalu datang lebih awal dari siswa–siswa lainnya,” ungkap I Gustu Nyoman Dewi, Kepala Sekolah SD 6 Bugbug.
     
    Sepulang sekolah, aktivitas Murniasih tidaklah seperti anak–anak sebayanya yang asik bermain. Begitu tiba di rumah, Murni tidak langsung tidur ataupun bermain, tetapi langsung membantu ibunya untuk mencari air yang berjarak cukup jauh dari rumahnya untuk keperluan minum, memasak dan mandi karena memang akses air PDAM tidak mampu mencapai lokasi rumahnya.
     
    Setelah mencari air, barulah Murniasih memanfaatkan sisa waktu untuk mengerjakan PR sebelum matahari tenggelam karena jika malam hari Murni tidak bisa belajar lantaran tidak ada akses listrik di rumahnya. (bbn/igs/rob)

    Penulis : bbn/igs

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : PDAM SD 6 Bugbug Bugbug Lereng Bukit Pejingan Karangasem


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV