Hakim Vonis 2 Kelian Banjar di Jembrana Kasus Korupsi Dana Kematian 4 Tahun Penjara - Beritabali.com

Hukrim

Hakim Vonis 2 Kelian Banjar di Jembrana Kasus Korupsi Dana Kematian 4 Tahun Penjara

Kamis, 09 Mei 2019 | 15:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Hakim memutuskan dua kelian Dinas Banjar yakni Kelian Banjar Munduk Ranti, I Gede Astawa (48) dan kelian Dinas Banjar Sari Kuning Tulungangung, I Dewa Ketut Artawan (53) yang melakukan korupsi uang dana kematian selama 4 tahun penjara.

Pilihan Redaksi

  • Proses Mulai Sidang Kasus Dugaan Korupsi Yayasan Ma'ruf Dipertanyakan
  • Penahanan Kepala Sekolah SMAN 1 Atap Nusa Penida Atas Kasus Korupsi Bisa Diperpanjang
  • Hakim Vonis Terdakwa Korupsi Dana Hibah Bibit Sapi di Badung 2,4 Tahun Penjara
  •  
    Selain pidana penjara, kedua terdakwa penilep dana santunan kematian di Jembrana tahun 2015 itu juga dikenakan pidana denda sebesar Rp 200 juta, subsidair 1 bulan kurungan.
     
    "Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Pidana," beber Hakim Tipikor yang dibacakan I Wayan Sukanila,SH.MH. di gedung pengadilan Tipikor di Renon, Denpasar.
     
    Selain itu, Astawa yang menjabat sebagai Kelian Dinas Banjar Munduk Ranti sejak tahun 2003 sampai tahun 2014 juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 32.700.000. Uang pengganti itu dibayarkan dalam tenggang waktu satu bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap. 
     
    Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti, maka harta bedanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka terdakwa dipidana penjara selama tiga bulan.
     
    Sedangkan untuk Dewa Artawan membayar uang pengganti Rp 70.400.000 dengan ketentuan yang sama namun dengan tambahan enam bulan penjara jika tak mampu membayar hingga batas waktu yang ditentukan.
     
    Atas putusan ini, masing-masing terdakwa melalui tim penasihat dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar diwakili Desi Purnani Adam, menerima. Begitu pula pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Jembrana. 
     
    Sebelumnya Jaksa Gedion Ardana mewakili Jaksa Ivan Praditya Putra menuntut masing-masing 4,5 tahun penjara dengan denda dan jumlah uang pengganti yang sama. Perkara ini berawal dari terkuaknya korupsi santunan kematian fiktif pada Dinas Kessosnakertrans Jembrana tahun 2015, yang melibatkan, Indah Suryaningsih (sudah divonis 4 tahun). 
     
    Indah adalah pegawai seksi rehabilitasi kesejahteraan sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kab Jembrana.
    Dalam perkara ini juga melibatkan sejumlah kelian banjar di beberapa desa di Jembrana. Saat kasus ini terjadi terpidana Indah bertugas sebagai Verifikator Dinas Kessosnakertrans Kabupaten Jembrana

    Pilihan Redaksi

  • FORMI Denpasar Sasar Guru Olahraga Lestarikan Permainan Tradisional
  • Beraksi di 8 TKP, Barang Elektronik yang Dicuri 6 Pelaku Dijual ke Jakarta
  • Stok Bahan Pangan Pokok di Bali Selama Bulan Ramadhan Diperkirakan Aman
  •  
    "Total anggaran santunan kematian dalam DPPA SKPD Dinkesosnakertrans tahun 2015 sebesar Rp 3.762.357.500 atau Rp 1,5 juta per warga yang meninggal" tulis Jaksa.
     
    Dari santunan yang telah direalisasikan sebanyak 2.387 penerima senilai Rp 3,580 miliar, dan ada 301 berkas yang direkayasa dan diduplikasi untuk diajukan ulang. Selain itu ditemukan 242 pemohon senilai Rp 363 juta santunan yang diajukan dengan dokumen fiktif, dan 59 pemohon senilai Rp 88,5 juta diajukan dengan dokumen duplikasi yang diajukan oleh ketiga beberapa tersangka bersama sejumlah saksi lainnya. 
     
    Peranan terdakwa Indah menerima pembagian lebih besar, antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta dari santunan fiktif yang dicairkan tanpa proses verifikasi.
    Dari hasil audit perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP Perwakilan Bali ditemukan kerugian negara Rp 451.500.000. Terungkap, khusus untuk terpidana Indah memperoleh Rp 283.100.00. Sedangkan terdakwa Artawan Rp 70.400.000, dan terdakwa Astawa Rp 32.700.000. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Hakim Tipikor Kelian Banjar Korupsi Dana Kematian Jembrana


    The Best Cargo Company in Bali - ADHI DARMA CARGO

    ADHI DARMA CARGO is an International Freight Forwarder  that established in 1995. Adhi Darma Cargo specialized in International Air Freight and Sea Freight Forwarder and Logistics Transportation Solutions with it’s office and warehouse located  in Ubud - Bali, Indonesia. Contact us Today : 082339597441



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV