Kasus Perdagangan Berjangka di Bali (1): Investasi Rp 100 Juta Hingga Miliaran Rupiah - Beritabali.com

News

Kasus Perdagangan Berjangka di Bali (1): Investasi Rp 100 Juta Hingga Miliaran Rupiah

Senin, 25 November 2019 | 10:30 WITA

Pertemuan para korban SGB pada Forum Peduli Korban SGB beberapa waktu lalu

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Bisnis perdagangan berjangka di Bali menuai Masalah. Ratusan nasabah PT Solid Gold Berjangka (SGB) mengaku rugi hingga Rp 60 miliar rupiah setelah mencoba peruntungan di bisnis investasi tersebut. 

Pilihan Redaksi

  • Ini Bantahan PT SGB Soal Tuduhan Penipuan dari Eks Nasabah
  • Mahasiswa Akan Lancarkan Aksi Demo Desak Gubernur Bali Tutup SGB
  • Total Kerugian Korban SGB Rp60 M, Ketua Forum Korban: Tuntut Hak Kok Dipersulit
  • Komang, sebut saja demikian. Pria asal daerah Buleleng ini merupakan salah satu nasabah SGB. Saat ditemui di Denpasar, Komang sedang menghadiri pertemuan forum peduli korban PT Solid Gold Berjangka (SGB) di kawasan Renon Denpasar.
    Komang mengaku pusing karena di SGB ia telah menginvestasikan uangnya sejumlah Rp 700 juta. Ia khawatir investasi sebesar itu akan hilang.
    "Awalnya saya setor Rp 100 juta, kemudian "top up" jadi Rp 250 juta, kemudian "top up" lagi hingga Rp 700 juta," ujarnya.
    Pria yang mengaku mengelola sebuah koperasi di Buleleng ini mengaku tertarik ikut bisnis  Solid Gold Berjangka (SGB) karena iming-iming bunga yang tinggi setiap bulannya dari investasi yang dilakukan.
    "Saya seperti terhipnotis pak, awalnya setor Rp 100 juta, kemudian diminta tambah investasi saya kasi lagi, terus diminta lagi saya kasi hingga total uang saya sudah Rp 700 juta di sana,"ujarnya.
    Komang mengaku cemas, karena kini banyak nasabah yang mengaku senasib dengannya. Uang disetor, tapi janji keuntungan bunga tinggi tiap bulan yang disampaikan pihak SGB sebelumnya ternyata tidak pernah ada. Yang terjadi adalah investasi yang telah disetor disebut semakin berkurang setelah dikelola pihak SGB.
    "Saya khawatir uang saya terus berkurang dan nanti habis. Selain saya, nasabah lain mengaku ada yang setor hingga Rp 2,2 miliar," ujarnya.
    Hal yang sama juga disampaikan seorang nasabah, sebut saja Adi. Pria asal Jawa Tengah yang tinggal di daerah Gelogor Carik ini juga mengaku menjadi "korban" bisnis SGB. Ia mengaku menanam investasi di SGB sebesar Rp 250 juta.
    "Awalnya saya setor Rp 100 juta. Kemudian diminta "top up" juga sama marketingnya menjadi Rp 250 juta. Kemudian saya diminta "top up" lagi, saya bilang ke marketingnya, kamu gila ya," ujar pria yang membuka usaha jual batik ini kepada beritabali.com.
    Sama dengan Komang, Adi juga khawatir uang yang diinvestasikan bakal semakin berkurang dan akhirnya akan habis. Padahal uang itu juga merupakan modal usahanya dalam bisnis batik di Bali.
    "Saya malu pak, kalau ketemu teman atau saudara saya usahakan menghindar, malu saya kena masalah seperti ini, kayak ketipu ratusan juta rupiah," ujarnya.

    Penulis : Putra Setiawan

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kasus Korban SGB Perdagangan Berjangka Rugi Miliaran Rupiah


    Komodo Liveaboard And Phinisi Cruise Sailing | Bali Phinisi Yacht

    Liveaboard Indonesia, Luxury Sailing Yacht Charter, Luxury Pearl Through The Archipelago. Behike Yacht Private Cruises offer incredible journeys through some of the most extraordinarily beautiful and exotic destinations. Contact us Today 081337567123



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV