Mempererat Persaudaraan Bali dan Lampung Melalui Tari - Beritabali.com

News

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019

Mempererat Persaudaraan Bali dan Lampung Melalui Tari

Senin, 01 Juli 2019 | 21:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Keterlibatan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Lampung Tengah dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 bukan yang pertama kalinya. Kali ini mereka tampil kembali dengan enam tarian yang ditampilkan. Keenam tarian itu antara lain Tari Sembah, Tari Jurai Emas, Tari Sakit Kedis, Tari Lijung, Tari Bedana dan Tari Bala.

Pilihan Redaksi

  • Orok Bayi Membusuk Terdampar di Pantai Karang Sanur
  • Gunakan ID Palsu PT Blue Bird di Bandara, Pria ini Terancam Penjara 5 Tahun
  • Koster Soroti Pegawai Masa Kerja Panjang Berpangkat Tinggi Mandeg di Posisi Staf
  • “Untuk pementasan kali ini, kami melakukan persiapan sekitar enam bulan untuk pemantapannya. Sebelumnya kan memang sudah latihan seperti biasa ya. Tapi untuk pemantapan persiapan PKB ini dilakukan dari enam bulan yang lalu. Sama seperti tampil biasanya, jadi ya latihan lalu busana untuk penari dan penyanyi juga,” ungkap Kordinator pementasan tari dan musik tradisional Lampung, Ni Wayan Desi Hermawati (45 tahun) saat ditemui di kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Denpasar, Senin siang (1/7).
    Menurut Desi, alasan utama menampilkan pertunjukan ini di Pesta Kesenian Bali ialah untuk memperkenalkan seni Lampung. “Sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Bali yang bertransmigrasi di Lampung diterima dengan baik,” lanjut Desi. Sekaligus membuktikan bahwa melalui seni budaya dapat mempererat persaudaraan krama Bali dengan masyarakat lokal Lampung.
    Adalah Tari Sembah sebagai tari pembuka pementasan yang dipadati ratusan penonton ini. Liukan sang penari mampu menyedot perhatian penonton. Tari-tari berikutnya seperti tari Tari Jurai Emas, Tari Sakit Kedis, Tari Lijung dan Tari Bedana juga memikat penonton. Tak heran setiap akhir tarian tepukan tangan penonton selalu membahana. “Yang pertama pasti lega terus juga bangga dapat menampilkan tarian kita dari Lampung. Jadi dapat memperkenalkan tarian-tarian kita,” ujar seorang penari, Made Pusparini (16 tahun).
    Adapun tari pamungkas adalah tari Bala. Tari Bala membuat penonton penasaran. “Tari Bala ini tak kalah unik dengan tarian lain. Tari Bala merupakan singkatan dri Bali dan Lampung. Tari Bala merupakan karya tari kolaborasi daerah Bali dan Lampung yang ditarikan oleh lima orang wanita dengan karakter tari laki-laki,” jelas Desi.
    Masih menurut Desi, Tari Bala menjadi bukti bahwa perbedaan tak menjadi alasan untuk terpecah belah. Bala juga dapat berarti pasukan perang, karena Bala merupakan karakter keprajuritan.”Tari Bala ini digarap pada saat Darma Santi Nyepi Nasional di Kota Metro Lampung pada tahun 1995 yang saat itu dihadiri oleh Presiden Soeharto,” terang Desi.
    Selain keenam tarian-tarian tersebut, nyanyian khas Lampung tak lupa ditampilkan untuk menghibur para penonton. Suara merdu dari para penyanyi membuat para penonton hanyut dalam nyanyiannya [bbn/man/kns/mul].

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : bbn/man/kns/mul


    TAGS : Mempererat Persaudaraan Bali Lampung Tari


    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV