Soal Penolakan Pekerja Migran Bali, Sekda Indra: Mereka Adalah Anak-Anak Kita Semua - Beritabali.com

News

Soal Penolakan Pekerja Migran Bali, Sekda Indra: Mereka Adalah Anak-Anak Kita Semua

Kamis, 02 April 2020 | 21:30 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Terkait spanduk penolakan untuk menerima pekerja migran Bali di suatu daerah oleh oknum di masyarakat, Ketua Satgas Covid-19 Bali, Dewa Made Indra menjelaskan kepada masyarakat Bali para pekerja kapal pesiar ini adalah anak-anak kita semuanya.

Pilihan Redaksi

  • 27 Orang Pekerja Migran Asal Bali Dikarantina di UPT-BPKKKTK Dinas Kesehatan
  • Tak Semua Dikarantina, Ini Prosedur Bagi Pekerja Migran Asal Bali
  • 205 Pekerja Migran Bali Datang Malam Ini, Tim Satgas Siapkan Tempat Karantina
  • "Mereka adalah orang-orang yang mencari pekerjaan di luar karena kita tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup kepada mereka, kepada anak-anak kita seandainya saja pemerintah provinsi Bali Pemerintah kabupaten kota bisa menyediakan lapangan kerja yang cukup dengan penghasilan yang cukup Saya yakin anak-anak kita tidak akan pergi sampai bekerja jauh meninggalkan orang tuanya," tandasnya. 
    Dikatakan mereka orang-orang yang ulet, pekerja tangguh. Mereka disebut oleh pemerintah sebagai pahlawan devisa, mereka juga adalah penopang ekonomi keluarga, mereka adalah orang yang juga mengambil inisiatif untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat Bali dengan bekerja diluar. 
    Selama ini mereka dibanggakan oleh keluarganya, oleh para orangtua bahkan oleh orang kampung karena mereka bisa mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Tetapi hari ini ketika Covid-19 ada sebagian warga masyarakat kita yang kurang menerima dengan baik anak-anak ini.  
    Dia mengatakan ketika peristiwa ini terjadi, seharusnya kita dengan penuh kesadaran Nurani menyambut uluran tangan anak-anak kita yang pulang. Mereka pulang karena situasi yang tidak memungkinkan mereka untuk bekerja, mereka itu adalah anak kita yang kehilangan pekerjaannya. 
    Kalau mereka kehilangan pekerjaannya maka bisa dipastikan daya topang mereka kepada keluarga juga hilang. 
    "Mereka bukan penyakit, mereka juga bukan pembawa penyakit. Seharusnya masyarakat kita memahami," sebutnya. 
    "Sesungguhnya saya sangat menyesalkan sikap oknum-oknum yang melakukan penolakan kepada anak-anak kita sendiri tetapi saya tidak menyalahkan , saya mengambil posisi bahwa oknum-oknum tersebut belum mendapatkan pemahaman yang baik pemahaman yang utuh tentang covid-19," ujarnya. 
    Ia menegaskan sesungguhnya tidak perlu pekerja migran ini ditakuti karena hasil tes yang kami lakukan selama ini baik yang dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai maupun di tempat karantina hampir semuanya negatif,  hanya 12 orang yang positif.  Karantina itu adalah tempat untuk menampung anak-anak Kita Sementara sambil menunggu Tes. 
    "Kami memperlakukan anak-anak itu dengan sebaik-baiknya, kami jemput di bandara antar ke tempat karantina kami berikan fasilitas, lalu berikan tes dan  hasil tes yang diberikan untuk dibawa pulang supaya mereka tidak ditolak oleh masyarakat karena tes itu sudah menunjukkan bahwa ia telah negatif," ujarnya. 
    Mereka, kata dia, semuanya para ABK kapal sudah membawa health Certificate yang menyatakan mereka telah di tes kesehatannya dan dinyatakan negatif.
    "Tetapi karena kita ingin meyakinkan bahwa mereka betul-betul sehat bahwa kita harus menjaga betul Bali maka kami lakukan tes meskipun dari segi regulasi, itu sebenarnya tidak diatur. tempat karantina itu juga tidak memungkinkan untuk tempat penyebaran penyakit, karena covid-19 tidak menular melalui udara," tutupnya

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pekerja Migran Bali Satgas Covid-19 Bali


    DELIVERYBALI

    BALI GROCERY DELIVERY

    Same day delivery for your daily needs every day from before 3 pm

    For Purchase contact on Whatsapp +6281 3201 45567

    Tokopedia & Shopee : BALI GROCERY

     

     



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV