Cokorda Pemecutan: Jangan Ngaku-Ngaku dan Mimpi Jadi Raja di NKRI - Beritabali.com

News

Cokorda Pemecutan: Jangan Ngaku-Ngaku dan Mimpi Jadi Raja di NKRI

Minggu, 19 Januari 2020 | 13:15 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Fenomena munculnya "Raja" dan "Kerajaan" baru kini bermunculan di berbagai daerah di Indonesia seperti Fenomena Keraton Agung Sejagat atau Sunda Empire di pulau Jawa. Terkait hal ini, penglingsir atau tokoh Puri Agung Pemecutan Denpasar, A.A. Ngurah Manik Parasara (Ida Cokorda Pemecutan XI) meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai raja tanpa dasar hukum atau silsilah sejarah yang jelas.
"Kita sudah sepakat saat ini kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Jadi jangan lagi ada yang mimpi atau ngaku-ngaku jadi raja di NKRI. Kalau mimpi jadi camat, bupati, atau gubernur, bolehlah," kata Tjokorda Pemecutan saat ditemui di Puri Pemecutan Denpasar, Bali, Sabtu (18/1/2020).
Fenomena "raja" dan "kerajaan" yang muncul saat ini, kata Cokorda, lebih pada bentuk kerinduan terhadap leluhur masing-masing, dan ini wajar-wajar saja sepanjang tidak melenceng dari norma hukum dan sosial yang berlaku di masyarakat.
"Boleh aja ngaku-ngaku raja, tapi jangan sampai nipu-nipu. Yang lebih penting dari pengakuan sebagai raja itu adalah budi pekerti yang baik dan bisa memberi teladan baik bagi orang banyak,"ujarnya.
Pengakuan sebagai seorang keturunan raja dari kerajaan tertentu, menurut Cokorda, tidak bisa berasal dari diri sendiri atau segelintir orang yang mendukungnya. Tapi ada beberapa indikator yang bisa membuktikan seseorang merupakan keturunan seorang raja.
"Orang bisa disebut atau diakui sebagai keturunan raja bisa dilihat dari darah, trah, dan sejarah. Meskipun dia pedagang sate atau pedagang krupuk saat ini, tapi kalau dia memang benar punya trah atau keturunan raja, ya tetap saja keturunan raja. Jangan hanya karena banyak memiliki uang sudah mau ngaku-ngaku jadi raja. Ini nanti harus dibuktikan lewat darah, trah , dan sejarah itu. Misalnya saya trah Raja Badung, itu bisa ditelusuri sejarahnya, misalnya saja dari masyarakat yang ada di sekitar puri atau wilayah kerajaan leluhur saya dulu, pasti ada jejak sejarahnya,"papar trah Raja Badung yang humoris ini.    

Penulis : Tim Liputan

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Raja Kerajaan Bali Pemecutan


The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV