SPBU Curang Bisa Kena Sanksi Dicabut Izinnya - Beritabali.com

Hukrim

SPBU Curang Bisa Kena Sanksi Dicabut Izinnya

Senin, 02 September 2019 | 06:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kementerian Perdagangan RI Melakukan Sidak di Sejumlah SPBU di Bali dan ditemukan ada beberapa SPBU yang bermasalah, dan perbuatan curang. 

Pilihan Redaksi

  • NTB Siap Jadi Tuan Rumah Kegiatan Utsawa Dharmagita Nasional
  • "Adu Jangkrik" Sesama Pemotor di Mumbul, Satu Korban Tewas
  • Pertina Denpasar Kirim 8 Petinju di Ajang Porprov 2019
  •  
    Menurut Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, I Putu Armaya.SH, sebenarnya sudah lama dikeluhkan konsumen di Bali, banyak pengaduan yang diterima terkait pengaduan pelayanan di SPBU, seperti adanya dugaan pengurangan takaran, pelayanan yang tidak ramah dan banyak meteran di SPBU yang sudah rusak tidak bisa dilihat angkanya oleh konsumen saat pengisian BBM.
     
    Namun, lanjutnya, masalah dugaan pengurangan takaran sangat sulit dibuktikan dan perlu proses pemeriksaan oleh tim terkait seperti bagian Metrologi. Selama ini jika ada pengaduan,  ujar Armaya, hanya sebatas koordinasi dengan tim agar ditindaklanjuti. Namun dengan adanya temuan oleh Kementerian Perdagangan RI terkait beberapa SPBU yang melanggar di Bali, menurut Armaya selain pembinaan juga  agar diambil tindakan hukum supaya ada efek jera, karena dengan kecurangan tersebut jelas merugikan hak hak konsumen.
     
    SPBU curang dapat dijerat  Pasal 8 ayat (1) huruf C Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pelaku Usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesusai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak 2 (dua) Miliar Rupiah.
     
    Begitu juga, kata dia, Pasal 30 Undang-Undang Metrologi Legal Dilarang menjual, menawarkan untuk dibeli, atau memperdagangkan dengan cara apapun juga, semua barang menurut ukuran, takaran, timbangan atau jumlah selain menurut ukuran yang sebenarnya, isi bersih, berat bersih atau jumlah yang sebenarnya Dipidana penjara selama- lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).
     
    Peraturan lain berupa&nb

    Pilihan Redaksi

  • HUT Kota Negara, Gubernur Koster Ajak Memperkuat Pembangunan Budaya
  • DPP Peradah Bali Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
  • Kerahkan 35 Personel Polda Bali, Operasi Patuh Agung Tindak 35 Pelanggaran
  • sp; Pasal 3 ayat (1 dan 2 huruf e) Permen ESDM No. 19/2008 tentang Pedoman dan Tata cara perlindungan Konsumen Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Setiap Badan Usaha Pemegang Izin Usaha yang melaksanakan kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi wajib menjaga standard mutu produk minyak dan Gas Bumi dan jasa pelayanan yang diberikan untuk melindungi konsumen hilir migas dengan memperhatikan kesesuaian takaran/volume/timbangan Sanksi Administratif berupa teguran tertulis/Penangguhan izin usaha/pembekuan izin usaha/pencabutan izin usaha. 
     
    Putu Armaya menambahkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum SPBU tersebut sangat merugikan masyarakat. "Dampaknya, ada hak-hak konsumen yang dirugikan. YLPK sebagai perwakilan masyarakat berharap pemerintah dalam hal ini instansi terkait baik di pusat maupun daerah yang membidangi metrologi melakukan pengawasan secara periodik dan terus-menerus," Ujar Armaya yang juga Advokat Pengurus Peradi DPC Denpasar ini sengit (bbn/rls/rob).

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : YLPK Bali SPBU Curang Izin Dibekukan


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV