Alat Berat Masih Bekerja, Ini Penjelasan Pihak Pelindo - Beritabali.com

News

Alat Berat Masih Bekerja, Ini Penjelasan Pihak Pelindo

Senin, 02 September 2019 | 21:25 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Sejumlah alat berat terlihat masih bekerja di area "dumping" proyek perluasan pelabuhan Benoa Denpasar, Senin (2/9/2019). Lalu apa kata pihak PT Pelindo III yang menaungi wilayah Pelabuhan Benoa Denpasar?

Pilihan Redaksi

  • Pengembangan Benoa, Kelian Adat: Kami Dukung Asal Sesuai Aturan
  • Menghentikan Reklamasi Pelabuhan Benoa di "Garis Finish"
  • Tanggapan Pelindo III Soal Penghentian Proyek Reklamasi Pelabuhan Benoa
  • Alasan Koster Minta Pelindo III Hentikan Reklamasi di Kawasan Pelabuhan Benoa
  • Koster Minta Pelindo III Hentikan Reklamasi di Kawasan Pelabuhan Benoa
  •  
    CEO Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra, yang ditemui di sela-sela penanaman 50 ribu pohon mangrove di sisi utara area Pelabuhan Benoa, hari Senin, menjelaskan aktivitas alat berat itu merupakan bagian dari penataan di area "dumping" di sisi utara Pelabuhan Benoa.
     
    "Itu (aktivitas alat berat) bagian dari penataan yang kami lakukan, yakni pekerjaan memperluas dan memperdalam kanal yang di lokasi proyek itu. Kanal diperluas dan diperdalam agar volume air bisa lebih banyak seperti sebelum penataan. Pembuatan kanal juga untuk kepentingan nelayan setempat," ujar Wayan.
     
    Selain penataan kanal, di lokasi tersebut, kata Wayan juga akan dibangun area "Melasti" (upacara agama) untuk kebutuhan masyarakat Desa Pedungan. 
     
    "Ini merupakan program Pelindo, penataan yang dilakukan saat ini bisa membuat kondisi perairan pesisir Benoa lebih hijau, sama dengan kondisi sebelum dilakukan penataan, sehingga kondis air dan mangrove lebih baik lagi," ujarnya.
     
    Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk segera menghentikan reklamasi di areal seluas 85 hektar di sekeliling Pelabuhan Benoa. 
    <

    Pilihan Redaksi

  • Rencana Pemindahan 46 Tersangka Kerusuhan di Papua ke Bali, Polda Bersiap Diri
  • Pelantikan Anggota DPRD Bali Diwarnai Penemuan Granat
  • Jaksa Beberkan Kasus Terdakwa WN Australia Jambret Tas Turis Asal Belanda
  • Jumlah Kunjungan Wisman ke Bali Turun 3,18%
  • Denpasar Mengalami Inflasi 0,40% pada Agustus 2019
  • div>  
    Penghentian ini karena pengurukan wilayah laut itu dinilai telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.
     
    Permintaan itu disampaikan Gubernur Koster dalam surat resmi kepada Direktur Utama Pelindo III yang juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Agraria dan Penataan Ruang.
     
    50 Ribu Pohon Mangrove
     
    PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III, hari Senin melakukan penanaman 50 ribu pohon mangrove di pesisir kawasan Pelabuhan Benoa. Selain untuk pelestarian pohon mangrove atau bakau, kegiatan ini juga untuk mengembangkan kawasan pelabuhan ramah lingkungan atau "green port"
     
    Dalam kegiatan ini pihak Pelindo III Benoa menggandeng beberapa instansi lain mulai  dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, taman hutan raya Ngurah Rai, KSOP Pelabuhan Benoa, Desa Adat, dan berbagai instansi lainnya.
     
    Jenis pohon mangrove yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain jenis mukronata, bulgoera, dan jenis apikulata. Jenis mangrove ini cocok ditanam di kawasan ini berdasar rekomenasi puslitbang hutan Bogor.
     
    Dalam kegiatan penanaman puluhan ribu pohon mangrove ini, pihak Pelindo III Benoa menggandeng pihak UPTD Tahura Ngurah Rai Denpasar dalam hal pendampingan, pengawasan, dan monitoring tumbuh kembang mangove. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Benoa Bali


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    News Lainnya :

    Selasa, 07 April 2020 | 17:30
    Perkembangan Corona di Buleleng: Positif Tetap 1 Orang, PDP Tambah 1 Jadi 78 Orang
    Perkembangan penanganan terkini Covid-19 di Buleleng per hari ini pukul 14.00 WITA menunjukkan bahwa ...
    Selasa, 07 April 2020 | 17:20
    UMKM di Buleleng Siap Dukung Pengadaan Kebutuhan Masker
    Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) siap untuk mendukung pengadaan kebutuhan masker di Buleleng. ...
    Selasa, 07 April 2020 | 17:00
    Wacana “Nyepi Desa Adat’, Ini Tanggapan Pemprov Bali
    Menyikapi  ramainya  diskusi dan pendapat baik di  media cetak maupun media online te ...
    Selasa, 07 April 2020 | 14:35
    BKKBN Bali Gandeng Universitas Warmadewa untuk Cegah Virus Covid-19
    Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, Perwakilan Badan Kependudukan dan Ke ...
    Selasa, 07 April 2020 | 12:45
    Persiapan "Nyipeng" 3 Hari, Gianyar Bantu Sembako 7.554 KK Miskin
    Wacana Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet terkait Nyipeng ta ...


    Berita Lainnya

    Rabu, 11 Maret 2020 | 13:20
    Imbas Corona di Bali, Wagub Cok Ace Imbau Perbankan Beri Kemudahan Penundaan Pembayaran
    Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengimbau kalangan perbankan untuk memberika ...
    Minggu, 08 Maret 2020 | 18:15
    Suami Minta Istrinya Pakai Seragam SMA Saat Berhubungan Intim
    Tanya: “Dok, saya belum lama menikah dan sudah mempunyai satu orang anak. Kehidupan rumah tang ...
    Kamis, 02 April 2020 | 11:20
    Debitur Tetap Ditagih Bank, Mr Joger: Ajukan Permohonan, Jangan Malah Keberatan
    Di tengah wabah pandemi corona yang berdampak pada lumpuhnya sendi-sendi ekonomi masyarakat, pihak b ...

    Trending News

    Trending Terhangat

    Berita Bali TV