Pengembangan Benoa, Kelian Adat: Kami Dukung Asal Sesuai Aturan - Beritabali.com

News

Pengembangan Benoa, Kelian Adat: Kami Dukung Asal Sesuai Aturan

Senin, 02 September 2019 | 23:10 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Pihak adat Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan, Denpasar, menyatakan mendukung proyek pengembangan Pelabuhan Benoa di Denpasar yang tengah berlangsung saat ini. Meski mendukung, pihak Banjar Pesanggaran tetap menekankan adanya tertib aturan.

Pilihan Redaksi

  • Menghentikan Reklamasi Pelabuhan Benoa di "Garis Finish"
  • Tanggapan Pelindo III Soal Penghentian Proyek Reklamasi Pelabuhan Benoa
  • Alasan Koster Minta Pelindo III Hentikan Reklamasi di Kawasan Pelabuhan Benoa
  • Koster Minta Pelindo III Hentikan Reklamasi di Kawasan Pelabuhan Benoa
  •  
    "Perlu ada pemahaman, mana reklamasi dan mana dumping area. Kami masyarakat prinsipnya mendukung karena ini kebutuhan masyarakat. Tapi dukungan harus ada dasarnya, ada dasar peraturan yang belaku, agar sesuai dengan aturan," ujar Wayan Widiada, Kelian Adat Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan, Denpasar, di Benoa, Senin (2/9/2019).  
     
    "Yang kita tahu itu (lokasi proyek) a

    Pilihan Redaksi

  • Rencana Pemindahan 46 Tersangka Kerusuhan di Papua ke Bali, Polda Bersiap Diri
  • Residivis Curat Kembali Berulah, Curi Barang Elektronik di 2 TKP
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan "Baby Lobster" ke Vietnam
  • Pelantikan Anggota DPRD Bali Diwarnai Penemuan Granat
  • dalah wilayah pengembangan pelabuhan, jika tidak dikembangkan mana mungkin bisa maju. Tapi (dalam pengembangan) perlu perhatikan lingkungan, apalagi visi Gubernur “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” ada Segara Kerthi dan Wana Kerthi, jadi harus dipahami dan dihayati ini merupakan kebutuhan untuk yang lebih bagus," ujarnya.
     
    Dalam proyek pengembangan Pelabuhan Benoa ini, kata Widiada, hal yang mendesak dilakukan pihak Pelindo adalah menyelesaiakn Pura Pemelastian Segara untuk kepentingan upacara "melasti". 
     
    "Ada penataan (pelabuhan) maka ada sedikit perubahan tempat pemelastian, itu yang harus diutamakan karena untuk upacara pemelastian tahun 2020 sudah sangat mendesak. Setiap rumah taggga di banjar sudah tentu juga memakai tempat ini untuk pemelastian,"sambungnya.
     
    Selain tempat pemelastian, juga harus ada kanal sebagai kebutuhan pelabuhan dan kebutuhan nelayan masyarakat pesisir. 
     
    "Pelabuhan se modern apapun harus ada nelayan tradisional karena merupakan warisan nenek moyang, warisan budaya untuk pemberdayaan masyarakat pesisir. Kanal itu juga merupakam drainase wilayah Pesanggaran sejak dari dulu, agar nantinya tidak ada dampak yang timbul," ujarnya. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Benoa Bali


    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV