Sudikerta Disambut Isak Tangis Saat Tiba di PN Denpasar - Beritabali.com

Hukrim

Sudikerta Disambut Isak Tangis Saat Tiba di PN Denpasar

Kamis, 12 September 2019 | 13:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dengan mengenakan pakaian adat serba putih, I Ketut Sudikerta tiba di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, pukul 12.40 WITA, Kamis (12/9).

Pilihan Redaksi

  • Ungkapan Pembelaan Sudikerta Jelang Persidangan
  • Agenda Sidang Keterangan Saksi, Terdakwa Kasus Pencurian Dikabarkan Meninggal
  • Konsultan Psikolog Asal Rusia yang Sempat Kabur dari Rutan Polda Jalani Sidang
  •  
    Mantan Wakil Gubernur Bali ini terlihat tegar saat turun dari bus jemputan tahanan bersama para terdakwa lain termasuk mantan sekjen Ormas Laskar Bali, Ketut Ismaya.
     
    Dengan tangan diborgol, Pria asal Bukit Pecatu Kuta Selatan itu masih menyempatkan diri untuk mengucap salam kepada kerabat dan simpatisannya yang sejak lama menunggu di depan ruang titipan tahanan.
     
    Isak tangis pun terlihat saat para kerabat dan keluarga Sudikerta saling berangkulan dan bersalaman sebelum masuk ke ruang sel. "Tetap semangat, saya yakin kebenaran akan kita buktikan di pengadilan ini," singkat Sudikerta saat menyapa wartawan.
     
    Sebagaimana diberitak

    Pilihan Redaksi

  • Desa Lain di Sekitar Lereng Gunung Agung Termotivasi Buat Perarem Denda bagi Pendaki
  • Mahasiswanya Menyanyikan Theme Song, Kampusnya Jadi Venue Cabor
  • Porprov 2019: DLH Tabanan Libatkan Pecinta Lingkungan Atasi Sampah
  • an sebelumnya kasus ini berawal pada 2013 lalu saat Maspion Grup melalui anak perusahaannya PT Marindo Investama ditawarkan tanah seluas 38.650 m2 (SHM 5048/Jimbaran) dan 3.300 m2 (SHM 16249/Jimbaran) yang berlokasi di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh Sudikerta.
     
    Tanah ini disebut berada di bawah perusahaan PT Pecatu Bangun Gemilang, dimana istri Sudikerta, Ida Ayu Ketut Sri Sumiantini menjabat selaku Komisaris Utama. Sementara Direktur Utama dijabat Gunawan Priambodo.
     
    Setelah melewati proses negosiasi dan pengecekan tanah, akhirnya PT Marindo Investama tertarik membeli tanah tersebut seharga Rp 150 miliar. Transaksi pun dilakukan pada akhir 2013.
     
    Namun beberapa bulan setelah transaksi justru baru diketahui jika SHM 5048/Jimbaran dengan luas tanah 38.650 m2 merupakan sertifikat palsu. Sedangkan SHM 16249 seluas 3.300 m2 sudah dijual lagi ke pihak lain. Akibat penipuan ini, PT Marindo Investama mengalami kerugian Rp 150 miliar. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Sudikerta Sidang PN Denpasar


    Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

    Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV