Kronologis Kasus Penipuan yang Rugikan Putri Raja Arab Rp512 Miliar di Bali - Beritabali.com

Hukrim

Kronologis Kasus Penipuan yang Rugikan Putri Raja Arab Rp512 Miliar di Bali

Jumat, 31 Januari 2020 | 16:40 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud, Putri dari Raja Arab Faisal, menjadi korban penipuan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) membeli sebidang tanah dan properti vila di Bali dengan harga sekitar 36 juta USD atau senilai Rp 512 miliar lebih.

Pilihan Redaksi

  • Pelaku Penipuan Putri Arab Rp512 Miliar di Bali, Ibu dan Anak
  • Putri Kerajaan Saudi Kena Tipu Rp 512 Miliar di Bali
  • Mr Joger: Hidup Ini Hanya Soal Tipu-Menipu Saja
  • Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyampaikan, terlapor berinisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka.
    "Laporan polisi bulan Mei 2019. Pelapor Edvardo Paulo Lopes Gomes selaku kuasa hukumnya," tutur Ferdy dalam keterangannya, Selasa, 28 Januari 2020.
    Aparat kepolisian pun bergerak cepat. Satu tersangka penipuan berhasil ditangkap. Jumlah tersangka dalam kasus penipuan tersebut ada dua orang.
    Akibat perbuatannya itu, pelaku disangkakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
    Secara kronologi Penipuan ini berawal sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018 diketahui bahwa korban telah mengirimkan sejumlah uang dengan total sebesar 36 juta USD atau senilai Rp 512 miliar lebih.
    Uang tersebut dimaksudkan untuk pembelian tanah, serta pembangunan vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
    "Namun sampai dengan tahun 2018, pembangunan belum selesai," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.
    Sedangkan menurut perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih terkait bangunan yang sudah didirikan, nilai Vila Kama dan Amrita Tedja berdasarkan kondisi fisik sekitar Rp 37 miliar lebih.
    "Nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan," kata Ferdy.
    Lebih jauh, hingga saat ini tanah dan vila yang telah didirikan itu masih atas nama EMC. Padahal dalam perjanjian, akan ada proses balik nama atas perusahaan PT Eastern Kayan.
    Tidak berhenti di situ, pada Maret 2018, EMC kembali menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.
    "Kemudian korban mengirimkan sejumlah uang sebesar 500 ribu USD kepada tersangka. Akan tetapi setelah dikonfirmasi, tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual," Ferdy menandaskan.
    Sumber: Liputan6.com  

    Penulis : Media Network

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kasus Penipuan Putri Raja Arab Kronologis


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV