Kasus Sudikerta, Jaksa Bersurat ke Dirjen Panggil Mantan Ketua BPN Badung - Beritabali.com

Hukrim

Kasus Sudikerta, Jaksa Bersurat ke Dirjen Panggil Mantan Ketua BPN Badung

Selasa, 05 November 2019 | 20:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Mangkirnya Tri Nugroho, eks Ketua BPN (Badan Pertanahan Negara) Badung tidak membuat kalah akal tim JPU dalam perkara kasus penipuan yang menjerat mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (5/11).

Pilihan Redaksi

  • Sudikerta Minta Adik Ipar Tampung Uang Rp 85 Miliar di Rekening BCA
  • Sidang Sudikerta, Saksi Sebut Cairkan Rp 14 Miliar untuk Pilgub dan Giro Rp 10 Miliar untuk Mantan Kepala BPN
  • Saksi Memberatkan Bakal Dihadirkan, Gula Darah Sudikerta Naik
  • Jaksa Ketut Sujaya,dkk akhirnya bersurat langsung ke Dirjen Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemanggilan via Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, ini membuat Nugroho dipastikan akan memenuhi panggilan untuk memberikan kesaksian di persidangan.
    “Surat pemanggilan sudah ada di meja Kasi Pidum Kejari Denpasar dan akan segera dikirim. Kami panggil untuk bersaksi Kamis (14/11) mendatang,” tegas JPU Eddy Arta Wijaya,SH. usai sidang.
    Kata dia, keterangan Tri Nugroho sangat diperlukan karena beberapa kali namanya disebut dalam perkara ini. Malah nama Tri Nugroho disebut sebagai salah satu penerima aliran dana dari terdakwa Sudikerta. 
    Hal ini diungkapkan saksi Direktur Utama PT Pecatu Bangun Gemilang, Gunawan Priambodo. "Dalam keterangan saksi Priambodo, bahwa ada menyebut Tri Nugroho mendapat aliran dana Rp 5 miliar," timpal Sujaya,SH.
    Selain itu, saksi Direktur Utama, PT Marindo Investama, Henry Kaunang juga menyebut nama Tri Nugroho dalam pertemuan di salah satu hotel di Surabaya. Saat itu, Tri Nugroho hadir bersama Sudikerta menemui bos PT Maspion, Alim Markus.
    Sementara itu, dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari Bank BCA KCU Kuta yaitu Desli Ariana Saragih dan I Gusti Ngurah Arya Kumara menegaskan kembali keterangan dari saksi Gunawan Priambodo dan Ida Bagus Herry Trisna Yuda (adik ipar Sudikerta) terkait aliran dana hasil penipuan penjualan tanah di Pantai Balangan, Jimbaran.
    Desli mengaku sebelum Sudikerta membuat rekening PT Pecatu Bangun Gemilang, dirinya sempat dipanggil ke Hotel Ayana, Jimbaran. Dalam pertemuan itu Sudikerta menanyakan syarat pembuatan rekening. 
    “Setelah saya jelaskan, besoknya Pak Sudikerta datang ke BCA Kuta untuk membuka rekening. Saat itu hadir Gunawan Priambodo, Ibu Ida Ayu Sri Sumiantini (istri Sudikerta, red) dan Wayan Wakil,” bebernya.
    Setelah rekening dibuka, tercatat ada dana awal yang masuk dari PT Maspion atas nama PT Marindo Investama pada 24 Desember 2013 sebesar Rp 59 miliar. Uang itu lalu ditarik melalui beberapa kali penarikan menggunakan cek.
    Selanjutnya, pada 26 Mei 2014 ada dana yang masuk dari PT Maspion atas nama PT Marindo Gemilang Rp 89 miliar. Setelah itu sempat ditarik Rp 4 miliar dan sisanya Rp 85 miliar dipindah buku. 
    “Rekening ditutup saat saldo Rp 85 miliar,” tegas Desli di muka sidang ruang Kartika yang dipimpin Hakim Esthar Oktavi,SH.MH.
    JPU Eddy Arta yang ditanya majelis hakim terkait pemeriksaan saksi dari BCA ini yang mengatakan jika keterangan saksi BCA ini sesuai dengan keterangan saksi sebelumnya Gunawan Priambodo dan Ida Bagus Herry Trisna Yuda terkait aliran dana.   

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kasus Sudikerta Jaksa Bersurat Dirjen BPN Panggil Mantan Kepala BPN Badung


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV