Rekonstruksi Kasus Tilang Berujung Kematian di Dirlantas Polda NTB - Beritabali.com

Hukrim

Rekonstruksi Kasus Tilang Berujung Kematian di Dirlantas Polda NTB

Senin, 09 Desember 2019 | 22:50 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NTB.
Rekonstruksi kematian Zainal Abidin (29 tahun), pelanggar lalu lintas yang tewas di tangan polisi Mapolres Lombok Timur, Kamis 5 September 2019 lalu, digelar di halaman Direktorat Lantas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/12) sore. 

Pilihan Redaksi

  • Mabuk Miras, 2 Buruh Bangunan Aniaya Korban dengan Sapu Ijuk
  • Dihadiri sembilan tersangka, tim Penyidik, Jaksa, Kuasa Hukum keluarga korban, dan perwakilan keluarga korban. Rekonstruksi untuk mendapat gambaran jelas, tentang penganiayaan terhadap korban Zainal Abidin, menguji kebenaran keterangan para tersangka ataupun saksi Ikhsan, yakni keponakan korban serta visum et repertum korban. 
    Hadir pada gelar rekontsruksi Suhardi dan Yan Mangandar selaku Kuasa Hukum keluarga korban. Mendampingi Haji Saparuddin selaku perwakilan keluarga korban Zainal Abidin.  Rekonstruksi pasca tiga bulan kejadian tersebut, berlangsung usai hujan mengguyur kota Mataram. 
    Walau dalam suasana hujan, rekonstruksi berjalan dengan lancar. Sembilan tersangka dihadirkan, dengan urutan kejadian. Mulai dari ketika korban Zainal Abidin mendatangi Kantor Mapolres Lombok Timur, didampingi keponakan korban, Ikhsan. Adegan duel antara korban dengan dua polisi piket, serta aksi pengeroyokan yang berlangsung estafet di tiga tempat di lingkup Mapolres Lotim. 
    Masing-masing kejadian berlangsung di halaman Satlantas, dalam mobil polisi dan di ruang Reskrim Polres  Lombok Timur. Bahkan korban Zainal Abidin sesuai keterangan saksi, dipukul di bagian kepala dengan kerucut lalu lintas warna orange.  Kuasa Hukum Zainal Abidin, Yan Mangandar mengatakan, rekonstruksi dilakukan atas permintaan Jaksa Penuntut Umum. Agar kasus tersebut bisa masuk tahap dua atau pelimpahan ke Kejaksaan.
    "Rekonstruksi adalah sebagai syarat untuk mengetahui kebenaran keterangan tersangka, saksi kunci dalam BAP, serta visum et repertum. Dan ini atas petunjuk dari Jaksa untuk persiapan tahap dua," ujar Yan Mangandar usai acara rekonstruksi. 
    Dijelaskan, bahwa keluarga korban berharap kasus ini segera disidangkan. Karena polisi dalam hal ini Polda NTB serta Jaksa sudah bekerja serius dan transparan.  Adapun sembilan anggota polisi yang menjadi tersangka kematian Zainal Abidin yaitu NH, IWNS, HS, BBA, END, LA, IH, AS, dan MA.  
    Sembilan tersangka semuanya berpangkat Brigadir. Masing-masing dari Satlantas, Satresnarkoba, dan anggota Polsek KP3 Lombok Timur.  Sebelumnya, kejadian tanggal 5 September 2019 lalu itu saat korban dan saksi Ikhsan datang ke Satuan Lalu lintas Lombok Timur. Tujuan korban, untuk mengambil motor yang ditilang pagi harinya. 
    Namun polisi yang bertugas piket saat kejadian mengaku tidak terima dengan kedatangan korban yang tidak sopan. Berteriak- teriak, hingga akhirnya terjadi adu mulut, dan berujung saling pukul. Pemukulan tidak berimbang terjadi. Karena alasan jiwa korsa atau solidaritas kesatuan sesama korps, Zainak Abidin dipukul secara estafet oleh sembilan polisi. Di tiga tempat, dan akhirnya korban meninggal setelah dirujuk ke rumah sakit oleh polisi. 
    Penyelesaian secara kekeluargaan dengan kata damai lewat santunan uang dari korps kepolisian  tidak menghentikan kasus ini. Karena tuntutan keluarga korban serta tekanan publik, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana memantau dan mengawal langsung kasus aksi pelanggaran oleh anak buahnya yang hingga menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil.

    Penulis : Ni Luh Sulastri

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Rekonstruksi Kasus Tilang Berujung Kematian Polda NTB


    The Best Cargo Company in Bali - ADHI DARMA CARGO

    ADHI DARMA CARGO is an International Freight Forwarder  that established in 1995. Adhi Darma Cargo specialized in International Air Freight and Sea Freight Forwarder and Logistics Transportation Solutions with it’s office and warehouse located  in Ubud - Bali, Indonesia. Contact us Today : 082339597441



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV