Wedakarna : Perbedaan Antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka Itu Masih Ada - Beritabali.com

News

Wedakarna : Perbedaan Antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka Itu Masih Ada

Kamis, 09 Januari 2020 | 08:25 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Terkait pernyataannya tentang gelar "Surya" dan persaingan sulinggih di Bali yang menjadi polemik dan dianggap memprovokasi, Arya Wedakarna (AWK) memberikan klarifikasi. 
"Terus terang saja perbedaan pandangan antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka itu masih ada, dan rakyat kecil masih takut menyuarakan. Sebagai Ksatria tentu harus membela para Sulinggihnya, termasuk mensejajarkan kesulinggihan di semua tingkatan," sebutnya saat memberi klarifikasi kepada Beritabali.com.
Tri Sedaka adalah pendeta Hindu dari Warga Brahmana Siwa (Pedanda Siwa), Warga Brahmana Bhoda (Pedanda Bhoda) serta dari Warga Bhujangga Waisnawa (Jero Gede). Sementara Sarwa Sedaka, yaitu pandita atau pendeta Hindu dari berbagai kelompok warga yang ada di Bali    Terkait polemik penyebutan "Surya" untuk kelompok tertentu di Bali, menurutnya, penyebutan "Surya" adalah hanya untuk para Dwijati, bukan untuk Walaka (warga biasa), karena di Hindu hanya dikenal dengan sistem "Warna". 
"Bagi kami gelar "Surya" itu khusus bagi Brahmana Embas apapun sorohnya," ujarnya.   Secara internal sebagai Penglingsir Tegeh Kori, pihaknya selalu menyebut para Pandita sulinggih dengan Surya.   "Jadi jelas gelar “Surya” bukan monopoli satu kelompok. Intinya tidak boleh ada yang memonopoli kebenaran di Bali," tandasnya.
Pernyataan Wedakarna yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat tersebut disampaikan saat ia diundang oleh Griya Bhujangga untuk memberi Dharma Wacana dan itu disampaikan di hadapan para pemangku Hindu se-Bali. 
Apa yang disampaikan, menurut Senator Bali kontroversial ini, dinilai sebagai sesuatu yang biasa saja dan apa adanya. Ia menegaskan memang ada yang perlu diluruskan agar tidak ada persepsi yang keliru terhadap posisi kesulinggihan di Bali. 
Terkait pernyataannya yang menuai pro dan kontra ini, Arya Wedakarna didesak untuk minta maaf kepada para sulinggih dari soroh atau kelompok tertentu. Salah satu warga Bali yakni Ida Bagus Kade Perdana menyebut pernyataan Wedakarna ngawur, arogan dan provokatif. 
Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena, mendesak kepada Arya Wedakarna untuk memelihara persatuan Hindu Bali dan berpegang pada etika dan penghormatan kepada sulinggih Hindu di Bali.  

Penulis : I Komang Robby Patria

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Wedakarna Sulinggih Pendeta Hindu Bali Surya


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV