Indeks Demokrasi di Bali Menunjukkan Tren Peningkatan Tiap Tahun - Beritabali.com

Informasi

Indeks Demokrasi di Bali Menunjukkan Tren Peningkatan Tiap Tahun

Rabu, 11 Maret 2020 | 13:55 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri Fokus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019 Provinsi Bali di Tabanan Room Prime Plaza Hotel Sanur, Rabu (11/3/2020).

Pilihan Redaksi

  • Pemprov Bali Kejar Peringkat ‘Informatif’ dalam Keterbukaan Informasi Publik
  • "Paksa" Pejabat Pemprov Terapkan Digitalisasi, Sekda Indra: Kalau Tidak Mau, Silakan Mundur
  • Pemprov Bali Siapkan Skenario Memblok 1 Rumah Sakit Jika Terjadi Banyak Kasus Corona
  • Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menyampaikan Mengapresiasi kegiatan Badan Pusat Statistik Provinsi Bali sebagai penanggung jawab pengukuran IDI. Dikatakan Indeks demokrasi Provinsi Bali dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan.
    Berdasarkan data yang dirilis, pada tahun 2018 indeks demokrasi Provinsi Bali tercatat sebesar 82,37 atau masuk kategori baik. Angka ini melampaui rata-rata nasional sebesar 72,39. Ada tiga kelompok nilai dalam pengukuran IDI yaitu buruk, sedang dan baik. Dengan angka 82,37, Bali telah berhasil mencapai posisi tertinggi.
    "Oleh sebab itu, saya menyampaikan apreseasi atas kerja keras seluruh komponen dalam memenuhi indikator penilaian. Capaian yang diraih merupakan kontribusi dari semua pihak, termasuk dukungan dan peran aktif dari masyarakat," ungkapnya. 
    Meski secara akumulatif, lanjutnya, Bali telah berhasil menempati posisi terbaik, namun harus ada evaluasi terhadap tiga komponen yang menjadi indikator pengukuran yaitu kebebasan sipil, hak politik dan kelembagaan demokrasi. Dicermati satu per satu, ternyata indikator kebebasan sipil cenderung menurun, sedangkan hak politik dan kelembagaan demokrasi angkanya naik.
    "Kenapa menurun, apa aktifitasnya yang menurun atau tidak terekam. Grafik ini harus betul-betul kita cermati untuk penentuan langkah selanjutnya," sebutnya.
    FGD yang digelar 2 hari ini diharapkan dapat menggali dan melengkapi informasi media terkait dengan indikator yang menjadi penilaian dalam pengukuran IDI. Sebab, menurutnya, bisa jadi belum semua fenomena demokrasi terekam oleh media. Melalui kegiatan ini nantinya diharapkan menghasilkan kompilasi data yang lebih lengkap sehingga seluruh fenomena berdemokrasi dapat terungkap. 
    "Semakin lengkap, maka nilainya akan semakin baik. Seluruh peserta saya harapkan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Meskipun para ahli politik belum sepakat kalau indeks demokrasi diukur secara kuantitatif, namun hingga hari ini pengukuran secara kuantitatif itu masih menjadi cerminan kualitas demokrasi kita di daerah," jelasnya. 
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menyebut pengukuran IDI dimulai dari kompilasi surat kabar yang dijadikan rujukan. FGD bertujuan melengkapi dan mengkonfirmasi data terkait pengukuran IDI. Hasil FGD bukan penentu skor, tapi hanya tahapan pengumpulan data sehingga diperoleh kejelasan data yang dijadikan variabel pengukuran IDI. 
    FGD Menghasilkan resume untuk menjadi data rujukan pengukuran IDI. FGD hari pertama melibatkan Ombudsman RI Perwakilan Bali, akademisi, FKUB, media, perwakilan mahasiswa dan OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali.

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Sekda Dewa Indra Indeks Demokrasi Bali


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV