4 Tersangka Petugas Jagabaya Desa Adat Kuta Terancam 12 Tahun Penjara - Beritabali.com

Hukrim

4 Tersangka Petugas Jagabaya Desa Adat Kuta Terancam 12 Tahun Penjara

Kamis, 06 Februari 2020 | 21:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Setelah merampungkan gelar perkara terkait kematian Muhamad Lutfi (25) yang tewas dianiaya karena dituduh maling helm, penyidik Polsek Kuta  akhirnya menetapkan 4 tersangka petugas Jagabaya atau pengamanan Desa Adat Kuta setempat. 

Pilihan Redaksi

  • Terduga Pencuri Helm di Kuta Tewas Karena Pendarahan di Kepala
  • Aniaya Terduga Pencuri Helm Hingga Tewas di Kuta, 4 Orang Jadi Tersangka
  • Kronologis Awal Pengeroyokan Terduga Pelaku Pencurian Helm di Kuta
  • Empat tersangka yakni masing-masing I WYN M alias Hendra (26) tinggal di Jalan Kartika Plaza Gang Melati II Nomor 4, Lingkungan Segara, Kuta; WYN W (48) tinggal di Jalan Bakung Sari, Lingkungan Lingkungan Jane Jero, Kuta; I WYN S (37) tinggal di Jalan Majapahit Nomor 79, Banjar Plase, Kuta. Terakhir, I WYN M (39) tinggal di Jalan Majapahit, Lingkungan Plase, Kuta. 
    Menurut Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi serta rekaman CCTV, keempat tersangka yang berperan aktif melakukan penganiayaan terhadap korban. Selain itu, keempatnya juga memiliki peran dalam aksi penganiayaan terhadap Muhamad Lutfi. 
    Dari keterangan tersangka Mahendra, ia menganiaya korban dengan cara menginjak paha korban, memukul pundak kiri korban, dan menendang korban menggunakan kaki kanan dalam posisi memakai sepatu. Untuk tersangka Widarta, ia menganiaya korban dengan cara menginjak paha korban menggunakan kakinya dalam posisi menggunakan sepatu. 
    Sedangkan tersangka Sudanta menganiaya korban saat korban jatuh ke lantai. 
    "Tersangka Miasa menganiaya korban dengan menggunakan lutut kaki kanan saat korban jatuh ke lantai," terang Kombes Ruddi. 
    Dalam pengeroyokan itu mengakibatkan korban asal Jember Jawa Timur mengalami luka luka di sekujur tubuhnya dan langsung pingsan. Setelah korban tak sadarkan diri, barulah para petugas Jagabaya itu menyerahkan kasusnya ke Mapolsek Kuta. 
    Namun, di Polsek Kuta korban tidak bisa dimintai keterangan karena kembali pingsan. Korban lalu dibawa ke klinik terdekat. Namun karena kondisinya sekarat, korban dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Setibanya di Sanglah, nyawa buruh bangunan itu sudah tidak tertolong lagi dan tewas dalam kondisi mengenaskan. 
    Hebohnya, kasus penganiayaan ini sempat direkam di video dan tersebar luas di media sosial. Dari rekaman video tersebut Polisi dengan mudah mencari para pelaku untuk dimintai keterangan. 
    Sementara dari hasil penyelidikan Polisi, Muhamad Lutfi tidak terlibat pencurian helm di parkiran dekat monumen Ground Zero Legian Kuta, pada Jumat (24/1) siang. 
    "Saya tegaskan kepada petugas keamanan pam swakarsa ataupun masyarakat umumnya untuk tidak main hakim sendiri. Kalau mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana tolong agar diamankan saja. Serahkan semua kepada aparat penegak hukum. Langsung laporkan ke Polsek terdekat atau Polres," tegas Kombes Ruddi. 
    Mantan Kapolres Badung ini kembali menerangkan, keempat tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing, pada Jumat (31/1) malam. 
    "Para tersangka kami jerat Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP Tentang Kekerasan di Muka Umum Mengakibatkan Orang Meninggal Dunia diancam maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.   

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Petugas Jagabaya Tersangka Penganiaya Terduga Maling Helm


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV