Ini 5 Hal Mendesak dari Satgas Penanggulangan Corona di Bali - Beritabali.com

Informasi

Ini 5 Hal Mendesak dari Satgas Penanggulangan Corona di Bali

Jumat, 13 Maret 2020 | 17:50 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali yang diketuai Sekda Dewa Made Indra melakukan rapat koordinasi terkait upaya penanggulangan penyakit yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). 

Pilihan Redaksi

  • Pandemi Corona, Mpu Jaya Prema Usul Tak Ada Pawai Ogoh-Ogoh di Bali
  • Bali "Lockdown" untuk Cegah Corona, Ini Kata Wagub Cok Ace
  • Siaga Corona, Gubernur Koster Bentuk Satgas Penanggulangan Covid 19
  • Rakor yang dilaksanakan di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3/2020) melibatkan unsur kesehatan, pariwisata, keamanan dan pendidikan. Dalam arahannya, Ketua Satgas COVID-19 Dewa Made Indra menekankan hal-hal diantaranya Wabah COVID-19 memicu kegalauan dan kerisauan di berbagai belahan dunia. 
    Namun pihaknya mengharapkan, jajaran pemerintah dan aparat keamanan harus tetap tenang, tak ikut panik dan takut berlebihan karena dalam ketenangan dapat bertindak tepat dan rasional. Pembentukan Satgas ini merupakan langkah proaktif Gubernur Bali Wayan Koster untuk meningkatkan upaya penanganan potensi penyebaran COVID-19. 
    Satgas diharapkan dapat melakukan langkah yang cepat, terukur dan terkendali. Dalam melaksanakan tugas, Satgas harus mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah yang meliputi lima hal yaitu protokol komunikasi, area pendidikan, area publik dan transportasi khususnya pintu masuk Indonesia dan protokol kesehatan. Seluruhnya harus bekerja mengacu pada protokol yang ditentukan pusat. 
    Secara garis besar, lima hal yang mendesak yang harus segera dilakukan oleh Satgas adalah; pertama Peningkatan kapasitas penanganan penyakit, khususnya di fasilitas kesehatan, dalam hal ini rumah sakit. Pastikan fasilitas kesehatan mempunyai kapasitas yang memadai untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi penyebaran COVID-19. 
    Ia minta juga dipastikan faskes memiliki kapasitas ruang isolasi dalam jumlah mencukupi dan standar yang memadai. Selain itu, tim medis dengan kualifikasi yang memadai juga harus dipastikan jumlahnya agar bisa mengantisipasi peningkatan COVID-19.
    "Sebab di situ nantinya pasien ditangani. Ketersediaan faskes dengan dukungan tim medis yang memadai akan membangun kepercayaan masyrakat. Sampai hari ini, kapasitas faskes dan dukungan tenaga medis masih cukup dan memadai," jelasnya.
    Kedua, adalah memastikan ketersediaan sarana yang berkaitan dengan pencegahan dan penularan COVID-19 seperti masker, hand sanitizer dan disinfektan. 
    "Pastikan barang ini tersedia, sebab kekosongan stok akan memicu kepanikan," sebutnya.    
    Berikutnya adalah peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Menurutnya, karena virus ini datang dari luar dengan pintu masuk aman, risiko bisa dieleminir. Selain itu, perlu juga meningkatkan upaya pengendalian penyebaran virus dengan melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak. 
    Disamping itu, upaya yang dilakukan adalah menggencarkan kampanye dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Gubernur, Bupati/Walikota diminta membuat video durasi pendek yang bisa memberi informasi terkait COVID-19 dan cara pencegahannya. Sebab penyakit ini bisa dikendalikan melalui PHBS.
    Lima hal itu nantinya akan dijabarkan dalam rencana operasional yang lebih teknis untuk memulihkan psikologis masyarakat dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan COVID-19. 
    Terkait dengan faskes yang menjadi rujukan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini ada empat RS yaitu RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Tabanan dan RSUD Singaraja. 
    Rakor juga menyepakati gerakan penyemprotan disinfektan secara serentak di sleuruh Bali pada Minggu (15/03/2020), pukul 08.00 WITA. Penyemprotan diharapkan dapat menjangkau tempat sebanyak mungkin, khususnya yang berpotensi sebagai objek penyebaran virus antara lain bandara, pelabuhan, objek wisata dan hotel. 
    Sementara itu, Wakapolda Bali Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan penyebaran COVID-19 di Provinsi Bali.

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Satgas Covid-19 Lima Hal Mendesak


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV