Sejumlah Tanaman Herbal Papua Ini Punya Khasiat Tangkal Virus Corona - Beritabali.com

Kesehatan

Sejumlah Tanaman Herbal Papua Ini Punya Khasiat Tangkal Virus Corona

Sabtu, 28 Maret 2020 | 13:40 WITA

bbn/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Peneliti dari Universitas Cenderawasih, I Made Budi menyebutkan sejumlah tanaman herbal yang ditemukan di Papua ini diyakini mampu menangkal wabah virus corona.

Pilihan Redaksi

  • Peneliti Aceh: Kandungan Ganja Berpotensi Tangkal Virus Corona
  • Tangkal "Grubug" Babi dan Corona, Badung Gelar Upacara Nangluk Merana
  • Pertama, daun Sampare merupakan tumbuhan perdu, dengan tinggi 2-3 meter. Daun Sampare banyak dijumpai di Biak Papua dan tumbuh liar. Biasanya, masyarakat memanfaatkannya untuk menghilangkan demam dimana cukup hanya merebus daun ini dan meminum air rebusannya dan demam pun mulai menghilang. Hal ini juga dianggap cocok mengobati gejala pasien corona covid-19 yang biasanya disertai dengan demam tinggi.
    Masyarakat Papua biasa mengenal daun Sampare untuk mengobati penyakit malaria, obat tradisional Sampare telah dimanfaatkan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat lokal di Biak Papua. 
    Untuk mengobati gejala corona covid-19, Kata Budi juga bisa digunakan campuran madu dengan rumput laut.
    “Karena virus sifat asam, jika madu di-mix dengan rumput laut, maka PH tubuh jadi netral dan peluang virus jadi melemah,” kata Made dikenal dengan penemu khasiat buah merah Papua.
    Dilansir dari papua.go.id, budidaya rumput laut di Papua banyak terdapat di pesisir pantai, diantaranya di Kabupaten Biak Numfor, Kepulaun Yapen, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Nabire.
    Daerah budidaya dikelilingi pulau-pulau, sehinggga terlindung dari ombak besar dengan laut yang masih asli dan minim adanya pencemaran.
    Tanaman dari Papua lainnya dipercaya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh adalah buah merah Papua. Buah merah bahkan sering disebut sebagai multivitamin.
    Kandungan tokoferol dan betakaroten yang sangat banyak, membuat minyak sari buah merah sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, karena mengandung berbagai macam vitamin dan mineral.
    Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan sejak masa prasejarah, Suku Dani di Lembah Baliem telah mengonsumsi buah merah dan labu koteka. Keduanya dikonsumsi sehari-hari dan berfungsi sebagai obat.
    Buah labu koteka oleh suku Dani digunakan sebagai obat tifus. Sedangkan buah merah terbukti mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari penyakit, termasuk virus corona.
    Buah merah oleh suku Dani disebut dengan kuansu atau nama ilmiahnya pandanus conoidus. Buah merah mengandung anti oksidan alami yang tinggi, serta berbagai vitamin dan zat seperti karoten 12.000 ppm, bekaroten 700 ppm, tokoferol 11.000 ppm yang berperan aktif untuk meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.
    Beberapa zat lain dalam buah merah diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu asam oleat, asam linoleat, dekanoat, omega 3 dan omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.
    Buah merah dapat ditemukan dari dataran rendah sampai tinggi. Diperkirakan lebih dari 30 kultivar pandan buah dapat dijumpai di Papua, masing-masing dengan nama yang berbeda tiap karakter buah dan tiap daerah.
    “Misalnya, buah merah asal Distrik Kelila, Lembah Baliem barat mempunyai nama lokal yang berbeda yang merujuk pada perbedaan ukuran, warna buah, warna daun, dan rasa, seperti maler, ugi, oakelu, kenen, wona, kuambir, gepe, barugum, magari, werene dan baga,” kata Hari.
    Olahan dari buah merah dapat dibuat sebagai pelengkap sayur dan salah satu unsur pelengkap dalam upacara adat bakar batu. Buah merah yang diekstraksi akan menghasilkan minyak yang digunakan untuk pewarna masakan, bahan kerajinan, serta pengobatan.
    Peneliti dari Universitas Cenderawasih, I Made Budi menyebutkan selain untuk meningkatan kekebalan tubuh manusia, buah merah juga mengobati penyakit kanker serta tumor ringan.
    Kandungan zat tokoferol serta betakaroten pada buah merah sangat tinggi dan difungsikan sebagai antioksidan dalam tubuh kita.
    DR Made membuat buah merah sebagai ekstrak minyak. Minyak dalam buah merah banyak juga dicari oleh penderita HIV/AIDS. Walau begitu, penderita HIV/AIDS harus tetap mengkonsumsi ARV.
    Pada buah merah Papua ditemukan zat lain seperti Omega 3, Omega 9, asam linoleat, asam oleat, dan dekanoat yang berfungsi untuk memperbaiki daya tahan tubuh dan juga untuk menghilangkan zat-zat radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh manusia.
    Sumber: Liputan6.com

    Penulis : Media Network

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Tanaman Herbal Papua Tangkal Corona


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV