Indonesia Diminta Jujur dan Jangan Sembunyikan Fakta Virus Corona - Beritabali.com

News

Indonesia Diminta Jujur dan Jangan Sembunyikan Fakta Virus Corona

Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:55 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Pemerintah diminta jujur terkait persoalan wabah virus corona. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Fadli Zon.

Pilihan Redaksi

  • GPS: Penanganan Virus Corona Harus Hati-Hati dan Terukur
  • Korban Meninggal Virus Corona Hampir Dekati Angka 3.000 Orang
  • Corona di 54 Negara, 40 Ribu Pesanan Kamar Hotel di Bali Batal
  • Dampak Corona, Tingkat Hunian Hotel di Ubud Turun 5-10%
  • Fadli Zon menegaskan, bahwa pemerintah jangan menyembunyikan fakta, karena bisa mengancam pengendalian virus corona alias Covid-19 itu.
    "Pemerintah harus jujur dan terbuka soal situasi sebenarnya wabah virus corona yang mengguncang dunia. Jangan sembunyikan fakta, karena bisa mengancam pengendalian penyebaran virus tersebut." tegas Fadli Zon dilansir GenPI.co 
    "Para diplomat asing harus diyakinkan. Kini malah Saudi Arabia telah menghentikan sementara visa umrah," Twit Fadli di akun Twitter @fadlizon.
    Kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah Indonesia menangani wabah coronavirus baru telah berkembang karena tidak satu pun dari 132 tes laboratorium Indonesia untuk virus telah kembali positif pada hari Rabu.
    Minggu ini, sebuah rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah, dan satu lagi di Batam, Kepulauan Riau, masing-masing melaporkan kematian seorang pasien yang memiliki gejala yang mirip dengan coronavirus baru. Tes kedua pasien kembali negatif, kata para pejabat.
    Pasien di Semarang, warga negara Indonesia berusia 37 tahun, meninggal bukan karena penyakit coronavirus (COVD-19) tetapi karena bronkopneumonia, kata direktur medis dan keperawatan Rumah Sakit Umum Kariadi, Agoes Oerip Poerwoko, Rabu.
    “Pasien itu dites negatif untuk virus korona berdasarkan pengamatan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan [Balitbangkes] di Jakarta. Balitbangkes melakukan pemeriksaan, ”kata Agoes dilansir dailynewsindonesia.com.
    Pada hari Rabu, Badan Kesehatan Batam melaporkan kematian seorang pria Singapura berusia 61 tahun. Dia pergi ke ruang gawat darurat rumah sakit swasta dengan gejala yang konsisten dengan virus corona pada 20 Februari. Rumah sakit swasta mengirimnya ke rumah sakit rujukan Batam untuk virus corona setelah dokter menemukan dia demam dan sesak napas.
    Namun, agensi mengatakan dia meninggal karena “penyakit lain”, bukan COVID-19, karena hasil tes pasien untuk virus kembali negatif.
    Namun, komunitas diplomatik di Jakarta dan pakar kesehatan masyarakat telah mengangkat keprihatinan tentang keakuratan tes laboratorium.
    Sebuah dokumen bocor beredar di seluruh komunitas diplomatik di Jakarta dan diperoleh oleh Sydney Morning Herald pada hari Rabu memperingatkan tentang kekhawatiran “kritis” para diplomat tentang penanganan Indonesia terhadap virus corona baru.
    Dokumen tersebut menginstruksikan para diplomat untuk memberikan pesan seperti,
    “Kami percaya sangat penting bagi pemerintah Anda untuk secara aktif melakukan deteksi kasus,” lapor Herald.
    Poin lainnya adalah, “Banyak rumah sakit tidak memiliki APD [alat pelindung diri] yang memadai, tempat tidur isolasi yang tidak cukup, dan transportasi spesimen tidak memadai,” menurut Herald.
    “Referensi untuk transportasi spesimen yang tidak memadai mencerminkan kekhawatiran beberapa spesimen yang diuji untuk coronavirus mungkin tidak didinginkan dengan baik dalam perjalanan,” kata laporan itu.
    Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa masing-masing spesimen harus disimpan dan dikirim pada suhu 4 ° C jika mereka akan mencapai laboratorium dalam waktu kurang dari 72 jam dan harus disimpan pada suhu -20 ° C – atau idealnya 8080 ° C – di atas es kering. atau nitrogen cair jika mereka akan mencapai laboratorium dalam lebih dari 72 jam.
    Seorang peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, menyarankan otoritas kesehatan Indonesia mengirim sampel dari pasien yang diduga koronavirus ke laboratorium rujukan yang ditunjuk WHO untuk konfirmasi di tengah meningkatnya keraguan di rumah.
    “Dengan melakukan itu, kami dapat mengevaluasi kapasitas pengujian kami. Kami juga dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan jika beberapa sampel pada akhirnya positif, ”kata Sugiyono, seraya menambahkan bahwa laboratorium rujukan tersebar di 15 negara, termasuk Australia, Thailand dan Singapura yang berdekatan.
    Dia memperingatkan agar tidak berpuas diri dalam menangani virus mematikan karena banyak hal bisa salah selama proses pengujian sampel. “[Kesalahan] dapat terjadi baik dari alat atau manusia yang melakukan pengujian.”
    Samsuridjal Djauzi, seorang ahli imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan tidak semua tes 100% akurat. Hasilnya tergantung pada “bagaimana [penguji] mengambil, menyimpan dan mengirim spesimen. Mereka juga bergantung pada alat pengujian. ” Hasil yang salah – positif atau negatif – dapat terjadi jika ada kesalahan dalam prosedur.
    Samsuridjal mengatakan bahwa tidak sepenuhnya mustahil bagi Indonesia untuk memiliki nol kasus. Namun, katanya, Indonesia seharusnya menguji lebih banyak spesimen.
    Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa, pada hari Selasa, telah menguji 132 spesimen dari 44 rumah sakit di 22 provinsi dan semuanya kembali negatif. Singapura telah melakukan lebih dari 1.200 tes dan Malaysia lebih dari 1.000.
    Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menolak menjawab pertanyaan  tentang kekhawatiran yang berkembang tentang prosedur pengujian laboratorium. Kepala Balitbangkes Vivi Setiawaty tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.  

    Penulis : Media Network

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Corona Bali China


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV