Ajudan Mengaku Dicekik dan Dijambak AWK, Ini Kata Polda Bali - Beritabali.com

Hukrim

Ajudan Mengaku Dicekik dan Dijambak AWK, Ini Kata Polda Bali

Rabu, 11 Maret 2020 | 10:45 WITA

bbn/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan membenarkan Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Wedasteraputra Suyasa dilaporkan dalam kasus penganiayaan oleh ajudan pribadinya, PTMD (32). 

Pilihan Redaksi

  • Kasus AWK Diduga Aniaya Ajudan, Polisi Dalami Keterangan Korban
  • Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Akan Laporkan AWK ke Badan Kehormatan DPD RI
  • Pasca Pelaporan Penganiayaan, Pihak AWK Sulit Dikonfirmasi
  • Dalam kasus penganiaya itu, korban mengaku dijambak, dicekik hingga dianiaya dibagian rahang. Penyidik belum melakukan pemanggilan terhadap terlapor AWK karena masih menyelidiki kasus tersebut. 
    "Ya benar, kasusnya sudah dilaporkan ke SPKT Minggu (8/3/2020) terkait dugaan tindak pidana penganiayaan,” ungkap Kombes Andi, Selasa (10/3). 
    Kejadian penganiayaan terjadi di ruang Tesis kampus Universitas. Korban  adalah ajudan pribadi terlapor. Sebelum kejadian, korban bersama saksi PT KAN bersih-bersih di ruang Tesis pada Kamis (5/3/2020). Setelah itu, kedua saksi menuju mobil untuk mengambil barang yang diminta oleh terlapor (AWK). 
    Pas membawa barang barang AWK, tanpa sengaja ada tas berwarna merah secara tidak sengaja terjatuh. Hal itu dilihat oleh terlapor AWK. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Bali itu sontak marah. Dengan suara tinggi ia memanggil korban ke ruangannya. 
    Disana korban asal Negara Jembrana ini dimarahi bahkan disuruh bersumpah. Akhirnya korban bersedia disumpah. 
    “Ya, saya mau bersumpah jika saya benar mudah-mudahan sumpah tersebut berbalik”,” beber Kombes Andi menuturkan pengakuan korban. 
    Mendengar perkataan ajudannya, AWK langsung naik pitam. Tanpa ba bi bu ia menjambak rambut korban dan memutar-mutarkan kepalanya. Tak hanya itu, AWK juga memukul wajah pelapor menggunakan tangannya. 
    "Korban juga dicekik dibagian leher sampai bagian leher pelapor mengalami lebam, korban juga mengalami sakit di bagian rahang,” ungkap perwira melati tiga dipundak itu. 
    Dijelaskannya, penyidik masih mendalami keterangan korban dan memeriksa saksi saksi lainnya. 
    "Saksi saksi masih diperiksa keteranganya," tegas mantan Direktur Disabhara Polda Sumut itu. 
    Terpisah, kuasa hukum korban Agung Sanjaya Dwijaksara SH mengaku berencana akan melaporkan terlapor AWK ke Dewan Kehormatan DPD RI dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal itu dikatakan Agung Sanjaya, pada Selasa (10/3/2020).
    "Ya saya akan melaporkan terlapor ke Dewan Kehormatan DPD RI dan LPSK dalam waktu dekat ini. Kami masih koordinasi dengan sejumlah pihak," katanya. 
    Kasus penganiayaan ini terungkap setwlah korban PTMD dan keluarganya meminta bantuan Koalisi Rakyat Bali (KRB) untuk melaporkan kasus penganiayaan ke Polda Bali. Korban mengaku trauma karena sudah 3 kali dianiaya oleh terlapor AWK. 
    Korban sendiri merupakan mahasiswa Universitas Mahendradatta semester 6 jurusan Ekonomi yang dijadikan ajudan oleh AWK dengan gaji hanya Rp 750. Penganiayaan itu terjadi Kamis (5/3) siang sekitar pukul 12.00 Wita hanya gara-gara tas terjatuh.

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kasus Penganiayaan AWK Polda Bali


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV