Optimisme Koalisi Golkar-Nasdem Bali di Saat Pilkada Rasa Covid-19 - Beritabali.com

Politik

Optimisme Koalisi Golkar-Nasdem Bali di Saat Pilkada Rasa Covid-19

Kamis, 04 Juni 2020 | 22:00 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
DPD Golkar Bali dan DPW NasDem Bali sepakat untuk melakukan koalisi kembali menghadapi Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di tengah suasana pandemi virus Covid-19. Mereka optimistis dengan menggalang kesatuan partai politik akan mampu menghadapi dominasi PDIP di Bali.

Pilihan Redaksi

  • BLT Tidak Tepat Sasaran Dominasi Laporan ke Satgas Bantuan Hukum Golkar Bali
  • Bulan Bung Karno, PDIP Bali Bagikan 30 Ton Beras bagi Kader Partai
  • Diserahkan ke Presiden, Golkar Bali Rancang Strategi Ekonomi Pasca Pandemi
  • Sekretaris DPD I Golkar Bali, Dewa Suamba Negara mengatakan kesepakatan ini dimulai dari pembicaraan intens yang berujung pada keseriusan untuk ditindaklanjuti bahasan dengan 'teman sekamarnya', yakni Oka Gunastawa selaku Ketua DPW NasDem Provinsi Bali. Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari 3 kesamaan pandangan prinsip dari masing-masing partai yakni intinya mempunyai visi dan karakter yang sama, bertujuan untuk pengimbangan kekuatan di dalam pemerintahan di masing-masing kabupaten kota yang melaksanakan Pilkada dan memberi kesempatan kepada partai-partai untuk bisa sejajar dengan partai-partai yang ada di provinsi Bali.
    "Jadi kita sepakat tidak perlu menunggu lama 2-3 hari, besok kita deklarasikan saja," ujarnya mengutip pernyataan Oka Gunastawa saat penandatanganan Berita Acara Koalisi DPD Golkar Bali dengan DPW NasDem Bali, Kamis (4/6/2020) di Inna Hotel Heritage, jalan Veteran, Denpasar.
    Sementara, dari sisi NasDem sendiri, Oka Gunastawa mengutarakan ini memang bukan koalisi pertama kali antara Golkar dan Partai Nasdem, melainkan kesekian kali yang berdasarkan visi yang sama yakni melihat masa depan yang lebih baik. Di tengah pandemi covid-19 ini, ia mengakui banyak yang berubah setelah masyarakat mengalami perenungan yang mendalam selama 3 bulan. 
    Ini, lanjutnya mempengaruhi cara pandang mereka terhadap pemimpin selama ini dan sekaligus ujian atau tantangan partai politik untuk mampu mengusung calon pemimpin sebagai wujud perlindungan rakyat yang saat ini membutuhkan komando untuk bisa bergerak bersama-sama. Dikatakan tantangan partai Nasdem dan Golkar adalah menciptakan pemimpin yang memberi harapan dan cerminan bagi masyarakat. 
    "Dalam wabah covid-19 ini merupakan ujian bagi pemimpin di wilayah dan kancah daerah, kalau pemimpin tidak didasari ketulusan mengabdi dan niat baik maka dalam masa covid-19 ini maka alam akan membuktikan bahwa kita tidak ada artinya di hadapan masyarakat yang harus kita pimpin dan memberikan ruang sebaik-baiknya untuk masa depan mereka," ungkapnya.
    Oleh karena itu, kata dia, nantinya jangan menyalahkan rakyat jika mereka tampil seolah-olah mengambil alih komando kepemimpinan kedepannya.
    Tentang koalisi Golkar-NasDem ini, Oka menyebut justru di tengah pandemi Covid-19 ini rakyat membutuhkan pemimpin alternatif yang tidak hanya diisi satu partai politik. Koalisi ini hadir sebagai warna baru yang justru membuat Pilkada menjadi demokratis, elegan dan bermartabat.  
    "Matahari tetap mengelilingi bumi dan bulan masih bersinar itu artinya kehidupan tidak boleh berhenti, maka itu partai Golkar dan Nasdem berinisiatif, bahwa hari ini kita harus mulai, hari ini harus berkumpul dan hari ini kita memastikan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti karena Covid-19 meski terasa ada yang berbeda dari Pemilu sebelumnya, maka pemilu kali ini Pilkada rasa Covid-19," jelasnya.
    Warna-warni dalam koalisi, sebutnya, akan melahirkan pemikiran ide-ide kreatif, suasana kebersamaan, saling memahami satu dengan lainnya menjadikan warna yang menjadi harapan baru bagi lainnya. Karena, kata dia, kalau 1 warna kurang meriah dan satu warna belum tentu kebijakan itu otomatis akan semakin baik. 
    Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan hadirnya koalisi ini menjawab pesimisme masyarakat bahwa nantinya akan terjadi kotak kosong dalam Pilkada karena minimnya calon yang diusung partai lainnya. Ia optimismtis Partai Golkar dan NasDem siap mengisi kekosongan calon bupati-wakil bupati, calon Wali Kota-Wakil Wali Kota dengan bersaing secara elegan. Ia juga optimistis proses politik pada Pilkada Desember akan berjalan secara demokratis secara sehat, berbudaya dan bermartabat di tengah suasana covid-19. 
    "Kami yakin telah lama kepercayaan telah diberikan kepada pihak lain di luar Nasdem dan Golkar, sudah saatnya masyarakat Bali memberikan pilihan yang baru suasana yang baru bagi kemajuan kabupaten kota se-Bali," katanya sembari menambahkan bahwa yang abadi itu adalah perubahan, maka perubahan itu diawali dari koalisi Golkar dan NasDem di Bali.
    Ia juga menginstruksikan jajaran kader partai di bawah untuk mengikuti kesepakatan ini dengan tidak mengusung calon lain selain dari yang disepekati oleh koalisi. Oka Gunastawa juga sepakat jika calon pemimpin yang diusung oleh koalisi bukan dari kader partainya karena lebih mementingkan apa yang menjadi harapan dari masyarakat dan itulah yang terbaik.  

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Golkar Bali NasDem Bali Koalisi Pilkada Serentak


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV