KMHDI Denpasar Sikapi 2 Kasus yang Menjadi Sorotan Di Bali - Beritabali.com

Informasi

KMHDI Denpasar Sikapi 2 Kasus yang Menjadi Sorotan Di Bali

Selasa, 26 Mei 2020 | 22:50 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dalam beberapa hari terakhir, proses penegakan hukum mencuri perhatian publik di Bali. Pasca terjadinya 2 kasus yang menjadi sorotan di Bali yaitu kasus ngaben di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dan kasus keramaian di kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani, Denpasar. 

Pilihan Redaksi

  • Tim Kuasa Hukum Desak Kepolisian Hentikan Kasus Tersangka Ngaben Sudaji
  • Petisi Bebaskan Tersangka Ngaben Sudaji Tembus 2.500
  • Polisi Didorong Bebaskan Tersangka Kasus Ngaben di Desa Sudaji
  • Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar mengirimkan pernyataan sikap kepada Kepala Kepolisian Daerah Bali pada Selasa (26/5). Hal ini karena dalam proses penegakan hukum konsep dan prinsip 'equality before the law' seakan tidak diindahkan. 
    Dalam konteks kasus Ngaben di Desa Sudaji, penegak hukum memutuskan untuk metersangkakan I Gede Swardana selaku ketua panitia Ngaben karena dinilai melanggar jumlah orang yang ikut upacara yaitu lebih dari 25 orang di tengah pandemi Covid-19 yang dijerat dengan Pasal 14 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 
    Sementara, kasus keramaian di kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani, Denpasar, terjadi pada sabtu dini hari (23/5) yang disinyalir untuk memperingati hari puasa terakhir. Berujung pada ucapan minta maaf melalui media sosial. 
    Ketua PC KMHDI Denpasar I Putu Asrinidevy mengatakan bahwa, jika membandingkan kedua kasus diatas, prinsip equality before the law justru tidak diindahkan. "Dalam kasus Ngaben di desa Sudaji terjadi diskriminasi hukum, yang ditandai dengan kecenderungan penagak hukum yang cepat-cepat mentersangkakan I Gede Swardana," jelasnya. 
    Devy juga menjelaskan, didalam hukum pidana terdapat asas Ultium Redium yang berarti bahwa pidana merupakan jalan terakhir jika tidak ada alternatif. "Selain itu, permohonan maaf yang sudah dilakukan oleh  I Gede Swardana yang disebarluaskan di media sosial, seharusnya menjadi pertimbangan tersendiri bagi penegak hukum dalam kasus ini. Terlebih, sampai saat ini di desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kab. Buleleng masih belum ditemukan kasus positif Covid-19. Hal tersebut dinilai sangat kontra produktif terhadap apa yang terjadi di Denpasar," tambahnya. 
    Berangkat dari persoalan tersebut, Putu Asrinidevy serta Organisasi yang dimpinanya PC KMHDI Denpasar mengirimkan surat kepada POLDA Bali. Dalam isi surat tersebut terdapat 3 pernyataan sikap dan poin tuntutan diantara lain: 
    1. Mendesak pembebasan status tersangka I Gede Swardana dalam kasus Ngaben de Sudaji, Kecamatan Sawan, Kab. Buleleng sesuai                dengan prinsip Ultium Redium yang berarti    hukum pidana hendaknya dijadikan upaya terakhir dalam penegakan hukum.
    2. Mendesak para aparatus penegak hukum, khususnya di Bali untuk selalu menjalankan penegakan hukum yang berkeadilan sesuai prinsip          Equality Before The Law.
    3. Menghimau masyarakat Bali agar turut serta dalam mengawal segala proses penegakan hukum di Bali khususnya dalam upaya                          pengamanan di tengah pandemi Covid-19. 
     
    Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan PC KMHDI Denpasar Agus Febriana menyatakan bahwa, proses penegakan hukum di masa pandemi Covid-19 ini harus mengedepankan  pendekatan kemanusian dan pencegahan.
     
    "Hal ini agar tidak terjadi kontra narasi dengan Ketentuan dalam Permen Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran Dan Pembebasan Narapidana Dan Anak Melalui Asimilasi Dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19," tutupnya.  

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : KMHDI Denpasar Ngaben Di Desa Sudaji


    Komodo Liveaboard And Phinisi Cruise Sailing | Bali Phinisi Yacht

    Liveaboard Indonesia, Luxury Sailing Yacht Charter, Luxury Pearl Through The Archipelago. Behike Yacht Private Cruises offer incredible journeys through some of the most extraordinarily beautiful and exotic destinations. Contact us Today 081337567123



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV