Toko dan Pedagang di Buleleng Masih Ada yang Melanggar Jam Operasional - Beritabali.com

Informasi

Toko dan Pedagang di Buleleng Masih Ada yang Melanggar Jam Operasional

Minggu, 24 Mei 2020 | 15:00 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Selama kebijakan pembatasan jam operasional pasar, toko modern, dan toko konvensional di Buleleng, masih banyak terpantau toko/pedagang yang melanggar. Dengan hasil pemantauan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng sedang menyiapkan tindakan yang lebih tegas.  

Pilihan Redaksi

  • Usai Karantina, 449 PMI Asal Buleleng Dipulangkan
  • Hindari Genangan Air dan Menyuburkan Tanah, Buleleng Genjot Pengembangan Biopori
  • 9 Hingga 11 Kali Tes Swab, 3 PDP di Buleleng Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
  • Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST selaku Ketua GTPP Covid-19 Buleleng saat rapat evaluasi sebelumnya telah menyampaikan bahwa tindakan yang lebih tegas akan diambil kepada toko/pedagang yang melanggar pembatasan jam operasional. Tidak hanya dalam bentuk sosialisasi maupun himbauan semata. 
    Saat ini, GTPP Covid-19 Buleleng sedang menunggu laporan dari Satpol PP berapa jumlah toko/pedagang yang melanggar pembatasan jam operasional. Supaya ini bisa ditegaskan nantinya. Jika ada Surat Peringatan (SP) 1 sampai 3, agar segera ada tindak lanjut berupa pencabutan ijin atau tindakan tegas lainnya. 
    “Dengan adanya informasi ini kembali, kita akan adakan rapat evaluasi lagi khusus tentang tim yang menangani pengawasan pembatasan jam operasional,” jelas Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat memberikan keterangan pers secara virtual terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng dari ruang kerjanya, Minggu (24/5).  
    Gede Suyasa menambahkan, selain mengevaluasi para pelanggar pembatasan jam operasional, evaluasi juga dilakukan kepada para pengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Buleleng. Evaluasi ini dilakukan untuk bisa meyakinkan tidak ada orang yang menggunakan RTH untuk kumpul-kumpul di luar ketentuan. Sampai saat ini RTH yang ada sudah memang ditutup. Dalam artian tidak ada orang yang menggunakan RTH tersebut. Tapi, jika ada yang lewat dan tidak berkumpul, ini perlu ada pengklasifikasian kategori. 
    “Ketika RTH ditutup, maka otomatis semuanya tidak boleh menggunakan RTH untuk berekreasi apalagi kumpul-kumpul,” imbuhnya.

    Penulis : Humas Buleleng

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Covid-19 Buleleng


    The Best Cargo Company in Bali - ADHI DARMA CARGO

    ADHI DARMA CARGO is an International Freight Forwarder  that established in 1995. Adhi Darma Cargo specialized in International Air Freight and Sea Freight Forwarder and Logistics  Transportation Solutions with it’s office and warehouse located  in Ubud - Bali, Indonesia. Call/WA : +6282339597441



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV