Kasus Ngaben Sudaji, Sikap MDA Dinilai Khianati Perjuangan Masyarakat Bali - Beritabali.com

News

Kasus Ngaben Sudaji, Sikap MDA Dinilai Khianati Perjuangan Masyarakat Bali

Kamis, 28 Mei 2020 | 09:40 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
DPP Persadha Nusantara menilai sikap Majelis Desa Adat (MDA) tentang kasus tersangka upacara adat Ngaben Sudaji telah mengkhianati perjuangan masyarakat Bali dalam mendapatkan rasa keadilan depan hukum. 

Pilihan Redaksi

  • Tim Kuasa Hukum Desak Kepolisian Hentikan Kasus Tersangka Ngaben Sudaji
  • Petisi Bebaskan Tersangka Ngaben Sudaji Tembus 2.500
  • Polisi Didorong Bebaskan Tersangka Kasus Ngaben di Desa Sudaji
  • “Sikap MDA Buleleng yang ditampilkan di video tersebut tidak mencerminkan perlindungan kepada krama adat Sudaji yang mengalami diskriminasi hukum. Sikap itu telah menyakiti perjuangan masyarakat Bali yang ingin mendapatkan keadilan di depan hukum,” kata Waketum DPP Persadha Nusantara Dr Gede Suardana. 
    Ia menilai, sikap MDA ini justru ingin melemahkan perjuangan krama adat Bali yang ingin mendapatkan perlakuan sama di depan hukum dalam penanganan kasus Ngaben Sudaji dengan kasus kerumunan di Kampung Jawa, Denpasar. 
     
    Suardana menilai keberadaan MDA Bali selama masa pandemi covid-19 juga justru melemahkan desa adat, seperti mengancam desa adat dan selalu membela kekuasaan dan bukan memperjuangkan desa adat. 
    “Perlu dipahami, MDA yang baru dibentuk sejak 2019 sementara Desa Adat sudah lebih seribu tahun, namun faktanya MDA sejak ada bukan untuk melindungi desa adat, tapi hanya dipakai alat dan melegitimasi keinginan kekuasaan terhadap desa adat,” ujarnya. 
    Banyak fakta terlihat nyata belakangan ini. “Kalau tidak bicara sanksi, ancaman uang APBD Rp 300 juta maka dipakai corong pembenar pihak kekuasaan. Tidak ada sedikit pun tampil peduli dengan krama adat, upacara adat dan lainnya,” sesal mantan ketua KPU Buleleng ini.
    “Di tengah kondisi ini, kami merindukan Desa Adat bisa diayomi dan diberdayakan seperti era Prof Ida Bagus Mantra saat memiliki MPLA (Majelis Pembina Lembaga Adat). Pemerintah hadir sebagai pembina bukan seperti sekarang membuat boneka kekuasaan untuk mengkooptasi adat,” tegasnya.
     
    Bahkan LPD yang dibentuk Beliau dulu, lanjutnya, kini tampil di depan membantu warganya dalam membagikan sembako. 
    “Jasa Prof Mantra yang menguatkan adat dan kini terbukti tampil di depan membantu daya tahan pangan warganya lewat program pembagian sembako. Tetapi disayangkan penguasa sekarang malah anggaran desa adat dipotong 50 persen untuk penanganan Covid 19, lalu maunya mengkooptasi dan mengeksploitasi adat saja,” katanya.

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Ngaben Sudaji Majelis Desa Adat


    Komodo Liveaboard And Phinisi Cruise Sailing | Bali Phinisi Yacht

    Liveaboard Indonesia, Luxury Sailing Yacht Charter, Luxury Pearl Through The Archipelago. Behike Yacht Private Cruises offer incredible journeys through some of the most extraordinarily beautiful and exotic destinations. Contact us Today 081337567123



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV