Bali Butuh Sinergi Pengembangan Teknologi Pintar dan Kearifan Lokal - Beritabali.com

Informasi

Degradasi Nilai Kebahagiaan

Bali Butuh Sinergi Pengembangan Teknologi Pintar dan Kearifan Lokal

Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WITA
nilai kebahagiaan, Bali, pertumbuhan ekonomi, Wagub Cok Ace

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menjadi narasumber dalam Webinar Online Advisory Meeting Happy Digital City yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, di Ruang Vidcon, Diskominfos Prov Bali, Senin (13/7). 

Pilihan Redaksi

  • 31 Juli, Bali Mulai Buka Pariwisata untuk Wisatawan Nusantara
  • BI Prediksi Ekonomi Bali Mulai Bangkit di Triwulan IV
  • Transaksi Digital Berbasis QRIS Solusi Pergerakan Ekonomi Saat Pandemi
  •  
     
    Dalam arahannya, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi kepada Unity In Diversity (UID) campus yang telah mengadakan advisory online meeting untuk program Happy Digital Cities ini dimana program ini akan sangat bermanfaat tak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga bagi dunia. Seperti diketahui bersama, sebelum pandemi Corona melanda, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat selama dekade terakhir. 
     
     
    Bali pun tidak terlepas dari imbas positif pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Bali kemudian memunculkan berbagai tantangan baru. Salah satunya persoalan pemerataan pembangunan dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai daerah destinasi pariwisata, Bali memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari sektor ini. Namun, di sisi lain masih terjadi ketimpangan penerimaan manfaat di masyarakat, misalnya antara daerah kota (urban) dengan desa. 
     
     
    Disamping itu, Bali juga menghadapi tantangan akibat faktor lingkungan dan budaya yang mengalami tekanan. Persoalan ini pada akhirnya mengakibatkan penurunan nilai kebahagiaan. Untuk menjawab tantangan ini, Bali membutuhkan sebuah sinergi yang baik antara pengembangan teknologi pintar dan kearifan lokal.  
     
    Wagub Cok Ace menambahkan bahwa indikator kebahagiaan tidak cukup diukur dari tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi tetapi juga harus diukur dengan tingkat keseimbangan yang tertuang dalam konsep Tri Hita Karana dan sangatlah penting untuk mempertimbangkan konsep budaya lokal. Untuk itu melalui pengembangan Program Happy Digital Cities ini, Wagub Bali  berharap ada lebih banyak orang yang saling berkolaborasi untuk mengembangkan sinergitas Teknologi-Budaya ini sehingga melahirkan calon-calon urban designer yang lebih baik di masa depan.
     
    Wagub Cok Ace yang didampingi oleh Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra juga berharap agar nantinya mereka yang bergabung dalam program ini harus memiliki latar belakang atau keahlian yang khusus mengingat perencanaan tata kota merupakan sebuah studi multidisiplin yang memerlukan kolaborasi dari berbagai bidang ilmu. 
     
     
    Di akhir arahannya, Wagub Bali memandang bahwa program ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah selaku stakeholder perencana atau urban designer. Selain itu, pihak swasta, misalnya pihak pengembang, dan perencana tata kota juga bisa menjadi end user program Happy Digital Cities.

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Nilai Kebahagiaan Bali Pertumbuhan Ekonomi Wagub Cok Ace


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV