Informasi

450 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Perancak

Jumat, 03 Juli 2020 | 22:10 WITA
450 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Perancak

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Upaya pelestarian satwa langka penyu dari perburuan liar dan kepunahan, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama jajaran Forkopimda melepasliarkan sebanyak 450 ekor tukik ke habitatnya di laut bebas di Pantai Perancak, bersama penangkar penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Jumat (3/7). 
Di kesempatan yang sama, Artha juga turut menyerahkan bantuan alat tangkap jaring kepada 22 kelompok nelayan di desa Perancak. Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak I Wayan Anom Astikajaya mengatakan, meski di masa pandemi covid-19 pihaknya tetap melakukan aktivitas penangkaran dan pelestarian penyu. 
"Sejak berdirinya kelompok Kurma Asih tahun 1997 lalu hingga saat ini sudah berhasil melepaskan tukik mencapai 305 ribu ekor ke habitatnya dilaut. Dan hari ini kita lepasliarkan 450 ekor tukik ke laut," kata Anom.
Diakuinya, di masa pandemi saat ini, telur penyu mengalami peningkatan. Meski mengalami peningkatan, Kurma Asih sangat sepi pengunjung mengingat status pandemi covid-19 masih berlangsung. 
"Terjadi peningkatan jumlah telur penyu. Dari bulan Januari hingga bulan Juni lalu, jumlah telur penyu yang bisa diselamatkan mencapai 10 ribu lebih. Di sisi lain kami "Kurma Asih" sama sekali tidak ada income (pemasukan) di masa pandemi. Oleh karena itu kami berharap ada donatur yang bisa membantu kurma asih dalam keberlangsungan pelestarian penyu," ungkapnya.
Sementara Bupati Artha usai melepasliarkan tukik mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama yayasan kurma asih terhadap pelestarian lingkungan khususnya satwa langka penyu. Pihaknya sangat berharap agar masyarakat bersama-sama membantu melestarikan penyu. 
"Dengan dilepasnya ratusan penyu hari, saya harap keberlangsungan hidup penyu dan populasinya semakin meningkat. Daya hidup tukik untuk menjadi penyu dewasa sangat sulit, oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga kelestariannya," ujar Artha.  

Penulis : Humas Jembrana

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Tukik Jembrana Pandemi Covid-19 Satwa Langka


Beritatabanan.com - Media Online Tabanan Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Tabanan, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Jembrana Terkini

Lihat Semua

Berita Bali TV