Seniman Mengaku Konsumsi Ganja Agar Lukisannya Bagus - Beritabali.com

Hukrim

Seniman Mengaku Konsumsi Ganja Agar Lukisannya Bagus

Rabu, 09 September 2020 | 20:20 WITA
Ganja kering, pelukis, sugesti, peredaran narkoba, bandar

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Martin S (66) dan Jon Ris (40) berperan sebagai bandar dan kurir narkoba yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung, Senin (7/9/2020), merupakan jaringan narkoba asal Medan Sumatera Utara. 

Pilihan Redaksi

  • BNNK Badung Tangkap Seniman Lukis Bandar Narkoba Asal Medan
  • Bule Spanyol Ditangkap Saat Ambil Paket Kiriman Isi Narkoba
  • Begini Proses Mencari Surat Bebas Narkoba di BNN Bali
  • Mereka memasok ganja dari Medan ke Bali sudah yang kelima kalinya dengan pengiriman rata-rata 4 hingga 5 kg sejak tahun 2019 lalu. Kepala BNNK Badung AKBP Nyoman Sebudi menerangkan, dari banyaknya jumlah barang bukti yang disita menguatkan pelaku Martin S seorang bandar narkoba. Pria asal Aceh inilah yang menghubungi bandar Medan untuk pengiriman ganja ke Bali. 
    Kemudian paketan tersebut diambil oleh kurir Jon Ris. "Dia (Martin) ini jaringan narkoba Medan. Ganja kering ini dipasok dari Medan yang dikirimkan salah satu paket penitipan barang. Kami masih mendalaminya," ungkapnya Rabu (9/9/2020). 
    Menariknya, selain jadi bandar, Martin S yang ditangkap di Desa Nyanyi Beraban Kediri Tabanan itu juga pemakai berat. Dalam pengakuannya, pria tamatan S1 Seni Rupa itu mengonsumsi ganja karena bekerja sebagai pelukis
    "Dia mengaku pakai ganja untuk timbulkan sugesti dan imajinasi agar lukisannya bisa bagus, jadi dia pakai ganja," ungkap AKBP Sebudi. 
    Sedangkan pelaku Jon Ris kurir narkoba asal Lubuk Pakam Medan Sumatera Utara itu mengaku sudah menjadi kurir narkoba sejak April 2019. Bahkan, dia sudah lima kali diperintahkan Martin untuk mengambil paket ganja yang dipasok dari Medan. 
    Tidak hanya itu pekerja serabutan ini juga sudah menggunakan ganja sejak usia 35 tahun. "Dia mengaku mendapat upah antara Rp 2 sampai Rp 3 juta yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari," ungkap AKBP Sebudi. 
    Mantan Kabid Berantas BNNP Bali ini mengatakan pihaknya kini masih mengembangkan siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba itu. Baik siapa saja penggunanya dan kemana saja peredaran narkoba tersebut. 
    "Siapa pengguna dan kemana narkoba disebar akan kami selidiki," terangnya. 
    Sementara kepada penyidik, pelaku Jon Ris sudah mengambil paketan narkoba sudah 5 kali dengan jumlah variasi antara 4 kg dan 5 kg. Kegiatan haram itu dilakukannya sejak Bulan April 2019 dan setiap pengiriman dapat upah 2 sampai 3 juta setiap pengambilan paket. 
    "Saat ini Martin tidak bisa dihadirkan karena mungkin shock ada gangguan pencernaan dan masih dirawat," sebutnya. 

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Ganja Kering Pelukis Sugesti Peredaran Narkoba Bandar


    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

    Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV