3 Tradisi Khas Buleleng Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda - Beritabali.com

Informasi

3 Tradisi Khas Buleleng Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Jumat, 09 Oktober 2020 | 15:50 WITA
tradisi khas di Kabupaten Buleleng, Warisan Budaya Tak Benda, kebudayaan di Buleleng, Kemendikbud

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Sebanyak tiga tradisi khas di Kabupaten Buleleng, Bali ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Tim Ahli WBTB. Penetapan dilakukan melalui Sidang Pleno secara virtual, Jumat (9/10/2020).

Pilihan Redaksi

  • Alat PCR di RSU Buleleng Beroperasi Akhir Oktober
  • Buleleng Anjurkan Aktivitas Jual Beli Warga Lewat Aplikasi E-Semeton
  • Pemkab Buleleng Perpanjang Masa "Work From Home"
  • “Tiga produk kebudayaan tersebut adalah keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional Lukisan Kaca Desa Nagasepaha, Tradisi dan Ekspresi Lisan Megoak-goakan Desa Panji serta Adat Istiadat Masyarakat Ngusaba Bukakak Desa Giri Emas,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara saat ditemui usai sidang pleno penetapan.
    Dody Suksma Oktiva Askara menjelaskan setelah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda, pihak DInas Kebudayaan akan melakukan seminar atau webinar untuk menyebarluaskan apa hasil penetapan ini. Agar masyarakat menjadi tahu dan lebih paham. Pada tahun 2021, akan dilakukan proses perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dari tiga WBTB nasional ini. Selain tiga ini, sebelumnya ada empat WBTB nasional di Kabupaten Buleleng. 
    “Jadi ada tujuh WBTB di Kabupaten Buleleng dan kami akan melestarikan WBTB Nasional tersebut melalui berbagai program,” jelasnya.
    Sasaran prioritas dari pengembangan dan pelestarian WBTB ini adalah kalangan milenial. Agar remaja-remaja di Kabupaten Buleleng menjadi lebih paham dan tahu akan kebudayaan di Buleleng. Dengan tujuan supaya ada regenerasi selanjutnya bagi kalangan-kalangan yang bisa melestarikan WBTB ini. Hal ini perlu dukungan seluruh pihak. 
    “Oleh karena itu, ini menjadi penting dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih bagi ketiga komponen yang sudah ditetapkan menjadi tiga WBTB nasional,” ucap Dody Sukma Oktiva Askara.
    Dody Sukma Oktiva Askara juga menyebutkan perbaikan-perbaikan akan dilakukan bagi usulan yang tidak terakomodir. Ada dua produk kebudayaan yang tidak lolos verifikasi nasional yaitu Gambuh Desa Bungkulan dan Megangsing. Itu yang akan diusulkan ulang dengan perbaikan-perbaikan dan termasuk lebih menggali lagi. 
    “Ada hal-hal yang akan disampaikan oleh pihak terkait yang perlu dilengkapi dengan berbagai catatan-catatan,” sebutnya.
    Hal ini senada dengan apa yang dilontarkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menghadiri gelaran lomba metapak barong oleh salah satu Sekaa Truna Truni di Buleleng. Pada kesempatan itu dirinya mengatakan hal-hal yang bersifat pengembangan dan pelestarian kebudayaan serta atraksi itu penting untuk kemajuan daerah. Jangan berpikir setiap gelaran budaya dikatakan festival yang tidak jelas tujuannya. 
    “Justru dengan gelaran budaya atau festival tersebut ada ruang mereka untuk tampil. Ada ruang untuk berkesenian. Kalau tidak ada ruang, kapan berkembangnya kesenian. Itu sebenarnya maksud dan tujuannya,” ujar Agus Suradnyana.

    Penulis : Humas Buleleng

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Tradisi Khas Di Kabupaten Buleleng Warisan Budaya Tak Benda Kebudayaan Di Buleleng Kemendikbud


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV