Beritabali.com, DENPASAR. Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Bali Fajar Manuaba meminta wisatawan berasal dari zona merah, sebaiknya tidak melakukan liburan ke luar daerah.
"Sebab ditakutkan sebagai pembawa virus kepada orang lain yang berada di zona oranye atau zona hijau," ujar Fajar dihubungi Rabu (21/10/2020).
Diketahui, pada akhir Oktober mendatang, memasuki libur panjang dan sejumlah obyek wisata di Pulau Bali sudah bersiap menyambut datangnya wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 3 M.
Sejumlah industri perhotelan maupun tempat wisata sudah siap dengan penerapan prokes berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dalam antisipasi penyebaran Covid-19.
Selain itu dilakukan dengan memperhatikan zona wilayah berlibur yang akan dikunjungi.
Dia menambahkan, guna menahan tren kenaikan kasus positif, Satgas di masing-masing provinsi telah menetapkan tiga zona yakni merah, oranye, dan hijau.
Tentunya, hal itu bisa digunakan sebagai landasaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat yang akan mengadakan liburan termasuk ke Pulau Seribu Pura.
Tidak hanya protokol kesehatan 3 M yang harus diperhatikan namun juga bagaimana memilih zona untuk berlibur yang tepat dalam rangka melindungi diri dan orang sekitar dari Covid-19.
Beberapa hal yang perlu diketahui saat hendak berkunjung ke objek wisata, agar memperhatikan misalnya mereka yang diajak apakah tergolong lansia atau dengan faktor komorbid (penyakit penyerta) maupun anak-anak.
Sementara itu, GM Hotel Sovereign Bali I Made Ramia Adnyana menyatak
an pihaknya siap menerima arus kunjungan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19.
"Semua fasilitas prokes sudah kami siapkan mulai tempat cuci tangan wastafel, mewajibkan karyawan dan tamu memakai masker dan menjaga jarak," imbuhnya. (mat)
Penulis : Tim Liputan COVID
Editor : Putra Setiawan