News

26% Masyarakat Indonesia Masih Belum Putuskan Terima Vaksin Covid-19

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 13:45 WITA
26% Masyarakat Indonesia Masih Belum Putuskan Terima Vaksin Covid-19

bbn/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Sebanyak 26,6 persen masyarakat Indonesia mengaku masih belum memutuskan mau tidaknya menerima vaksin Covid-19.
Persentase tersebut didapat berdasarkan dari hasil survei Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)
"Survei Kemenkes dengan ITAGI 64,8 persen mau dilakukan imunisasi untuk vaksin Covid-19, 7,6 persen menolak, dan 26,6 persen belum tahu, masih bingung," ujar Ketua ITAGI, Profesor Sri Rezeki Hadinegoro dalam satu diskusi virtual, Sabtu (31/10/2020) dikutip dari Liputan6.com.
Sri menuturkan, persentase masyarakat yang masih belum memutuskan untuk menerima vaksin Covid-19 merupakan tantangan keberhasilan vaksinasi secara massal. Sebab, imbuh Sri, masih banyak disinformasi tentang vaksin, termasuk vaksin Covid-19.
Untuk itu, kata Sri, tugas pemerintah dan masyarakat patut ditingkatkan untuk memberikan penjelasan tentang keamanan dan pentingnya vaksin di masa pandemi saat ini.
"Jadi ini (masyarakat belum memutuskan vaksin) yang perlu diberi penjelasan," tutur dia.
Sri menjelaskan, di masa pandemi dengan tingkat penularan yang cukup tinggi vaksin menjadi upaya pencegahan yang efektif. Ia tidak sependapat jika ada pernyataan herd immunity lebih baik dibanding menggunakan vaksin.
"Bisa saja kita diamkan saja untuk herd immunity, tapi itu tidak mungkin karena disiplin jaga jarak tidak tercapai. Apa kita harus tunggu semua sakit? kalau harus masuk ICU meninggal, dokter kalang kabut," tutur dia.

Penulis : Media Network

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Vaksin Covid-19 Survei Kementerian Kesehatan Masyarakat Vaksinasi


Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV