News

Inggris "Lockdown" Akibat Mutasi Virus Corona di Luar Kendali

Senin, 21 Desember 2020 | 14:55 WITA
Inggris

bbn/Xhinhua-Tim Ireland

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DUNIA.
Menyusul ditemukannya varian baru dari mutasi virus corona yang disebut di luar kendali, Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown atau penguncian wilayah secara ketat selama Natal tahun ini
Dikutip dari cnnindonesia.com, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, ketentuan itu diputuskan pada Minggu (20/12).
"Kami bertindak sangat cepat dan tegas. Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kami harus mengendalikannya," tutur Hancock kepada Sky News seperti dikutip dari AFP.
Sebelumnya penasihat kesehatan Pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus penyebab Covid-19 yang menyebar di negara itu memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi.
Simpulan itu berdasarkan data permodelan awal dan tingkat insiden yang melonjak drastis di selatan Inggris. Alhasil, kondisi itu berujung pada pembicaraan darurat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersama anggota kabinetnya pada Sabtu (19/12).
"Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty melalui sebuah pernyataan dikutip dari Associated Press.
Meski begitu menurut Whitty, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan varian mutasi baru virus corona tersebut lebih mematikan ataupun dapat mempengaruhi vaksin dan perawatan.
Menyusul temuan tersebut, Belanda melarang seluruh penerbangan penumpang dari Inggris. Larangan diberlakukan sejak Minggu pukul 6 pagi waktu setempat hingga 1 Januari 2021.
"Mutasi infeksi virus Covid-19 beredar di Inggris. Dikatakan menyebar lebih mudah dan lebih cepat serta lebih sulit dideteksi," kata kementerian kesehatan Belanda dalam pernyataan resmi dikutip dari AFP.
Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan data awal menunjukkan virus yang beredar di London dan tenggara Inggris tersebut hingga 70 persen lebih mudah menular.
Varian baru virus corona pertama kali diumumkan Menteri kesehatan Inggris awal pekan ini. Saat itu, ia menyebut mutasi baru ini diyakini terkait dengan lonjakan cepat kasus Covid-19 di Inggris selatan dan tenggara.
Badan kesehatan publik negara itu telah mengidentifikasi melalui penelitian genom.
Meski begitu kini tingkat kasus Covid-19 tertinggi di Inggris ada di London. Sementara, sebagian besar wilayah Inggris selatan berada pada peringatan tertinggi (tingkat tiga) pembatasan virus corona.
Adapun wilayah yang tergolong pada peringatan tingkat tiga harus mematuhi ketentuan; dilarang bersosialisasi di dalam ruangan. Restoran dan pub boleh buka dan hanya melayani layanan untuk dibawa pulang, sementara toko tetap boleh buka.

Penulis : Media Network

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Lockdown Inggris Mutasi Baru Virus Corona Covid-19 Di Inggris


Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV