News

KPPAD Bali: Kalau Tidak Siap, Tunda Belajar Tatap Muka

Rabu, 07 April 2021 | 11:15 WITA
KPPAD Bali: Kalau Tidak Siap, Tunda Belajar Tatap Muka

beritabali/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali Anak Agung Sagung Anie Asmoro menanggapi soal siswa SMP di Ubud yang meninggal di sekolah saat bersiap belajar tatap muka
Ia menegaskan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak ditentukan oleh status zona wilayah, akan tetapi ditentukan sejauh mana kesiapan pihak sekolah dan stakeholder terkait. Yaitu daerah siap, sekolah siap, guru siap, orang tua siap, dan siswa siap.
"Ada 5 Siap disini, kalau salah satu tidak siap, maka tunda buka sekolah meskipun zona berstatus hijau," tandasnya, saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).
Lebih lanjut, ia mengatakan Pemerintah pusat dan daerah sudah saatnya fokus mendukung pembiayaan kesiapan sekolah seperti penyiapan infrastruktur adaptasi kebiasaan baru, protokol ksehatan dengan bersinergi antara dinas kesehatan dan pendidikan serta gugus tugas Covid-19 di daerah. 
"Jika sekolah belum siap memenuhi infrastruktur dan protokol kesehatan maka tunda dulu," katanya.
Pemerintah daerah dan pusat, kata dia, juga semestinya melakukan rapat koordinasi yang berjenjang terkait data dan pemetaan sekolah yang termasuk siap, cukup siap, atau belum siap untuk penerapan belajar tatap muka.
"Apakah kabupaten Gianyar yang terjadi kasus siswa meninggal sudah punya data soal itu terkait sekolah mana yang sudah siap," tanyanya. 
KPPAD Bali mendorong dinas pendidikan provinsi dan kota agar menginstruksikan musyawarah guru mata pelajaran di level sekolah agar memilih mata pelajaran yang diberikan saat PTM dikhususkan pada pelajaran yang tidak bisa dilakukan dengan online. 
Sedangkan dari sisi orang tua yang masih resah atau ragu dan stres terkait kebijakan PTM seharusnya bisa mengajukan keberatan. Dari sisi sekolah pun tidak bisa menyalahkan orang tua jika merasa tidak siap dengan anaknya ikut PTM.
Terkait penyebab kematian siswa di Ubud, ia mempertanyakan apakah benar karena serangan jantung atau lainnya karena dari Puskesmas tidak melakukan swab. Hal ini, menurutnya perlu ditelusuri agar orang tua dan siswa lainnya tidak resah.

Penulis : Tim Liputan

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : KPPAD Bali Belajar Tatap Muka Protokol Kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV