News

Australia Bisa Tak Buka Pintu Perbatasan Hingga 2022

Kamis, 21 Januari 2021 | 09:20 WITA
Australia Bisa Tak Buka Pintu Perbatasan Hingga 2022

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DUNIA.
Negara Australia berpotensi tidak akan membuka penuh perbatasan internasional hingga 2022. 
Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan pandemi COVID-19 memburuk lagi di kemudian hari karena vaksin yang tidak ampuh mencegah penyebaran virus.

BACA JUGA:

"Meskipun kami berhasil memvaksinasi banyak orang, kami belum tahu apakah hal tersebut akan mencegah penyebaran virus," ujar Menteri Kesehatan Australia, Brendan Murphy, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 18 Januari 2021.
Sejauh ini, kondisi Australia lebih baik dibandingkan negara-negara tetangganya. Hal itu berkat penerapan pembatasan sosial yang ketat hingga frekuensi tes yang tinggi. Per Senin ini, misalnya, mereka mencatat nol kasus COVID-19 untuk kluster lokal.
Untuk kluster impor, Australia masih mencatatkan sejumlah kasus baru. Total ada 13 kasus impor pada Senin ini menurut data dari Worldometer. Sebanyak sembilan di antaranya berasal dari pendatang yang berkunjung ke negara bagian Victoria di mana akan menggelar event Australia Open.
Masih adanya kluster impor

BACA JUGA:

970/01/01/202101190042/hari-ini-kasus-sembuh-covid-19-di-kota-denpasar-bertambah-68-orang">COVID-19 itu lah yang membuat Australia tetap waspada hingga sekarang. Bahkan, pemerintah Australia sampai mengkarantina penumpang dari tiga pesawat charter Australia Open yang 70 di antaranya adalah atlit.
Lebih lanjut, walau kasus-kasus baru kebanyakan berada di Victoria, fokus pemerintah Australia ada pada Sydney, New South Wales. Di sana sempat meledak wabah COVID-19 baru di mana memaksa negara-negara bagian lainnya untuk memberlakukan pembatasan perjalanan. Hal itu baik untuk seluruh warga negara bagian New South Wales atau warga permukiman yang terdampak saja. Vaksinasi COVID-19 juga akan dilakukan oleh Australia. Jika tidak ada halangan, hal itu akan dilakukan bulan depan. Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, berkata bahwa ia tengah menimbang aturan di mana akan melarang sejumlah tempat untuk menerima warga yang tidak divaksin COVID-19.
"Maskapai penerbangan saja sudah memberlakukan aturan bahwa jika kamu belum divaksin, maka kamu tidak akan diperbolehkan terbang ke luar negeri. Saya rasa itu bisa menjadi insentif untuk banyak orang," ujarnya.
Total, Australia mencatatkan 28.721 kasus dan 909 kematian akibat COVID-19.
Sumber:Tempo.co

Penulis : Media Network

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Perbatasan Internasional Australia COVID-19 Sydney


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



News Lainnya :

Minggu, 11 April 2021 | 08:05
Gempa 5.5 Magnitudo Kembali Guncang Malang
Gempa berkekuatan 5.5 magnitudo kembali mengguncang Malang, Jawa Timur pada Minggu (11/4/2021) pukul ...
Sabtu, 10 April 2021 | 23:50
Basarnas, TNI, Polri dan SAR Latihan Bersama
Dalam rangka tercapainya sinergitas TNI/ Polri dan instansi pengemban fungsi Kebencanaan Satuan Brim ...
Sabtu, 10 April 2021 | 23:00
BNPB: 7 Korban Meninggal Akibat Gempa Malang
Hingga pukul 20.00 WIB, BNPB melaporkan total ada tujuh korban meninggal akibat Gempa Malang, Jawa T ...
Sabtu, 10 April 2021 | 22:45
Hadiri Seleksi Tilawatil Qur’an, Bupati Tamba Ajak Bangun Kebersamaan dan Perkokoh NKRI
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jembrana menggelar seleksi Tilawatil Qu ...
Sabtu, 10 April 2021 | 22:40
3 Wanita Uzbekistan Jadi PSK di Bali, Diduga Karena Faktor Ekonomi
Kasus prostitusi melibatkan warga negara asing (WNA) yakni tiga orang bule Uzbekistan di Bali berhas ...


Berita Lainnya

Minggu, 21 Maret 2021 | 12:00
Warga Heboh Setelah Menemukan Bangkai Diduga Gajah Mina
Warga Setapang Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, dihebohkan dengan kebe ...
Rabu, 07 April 2021 | 11:10
Dari Rp17 Miliar, Uang Pasutri Ini Kini Hanya Sisa Rp50 Juta
Dalam beberapa waktu yang lalu, keberadaan Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur menja ...
Senin, 22 Maret 2021 | 16:45
2 Warga Asing Resmi Jadi WNI, Ternyata Punya Usaha di Bali
Bertempat di Aula Dharmawangsa Kementerian Hukum dan HAM Bali, Kepala Kantor Wilayah Kementeria ...

Trending News

Trending Terhangat

Berita Bali TV