News

Ketegangan Jelang Supersemar, Pasukan Liar Kepung Istana

Kamis, 11 Maret 2021 | 10:35 WITA
Ketegangan Jelang Supersemar, Pasukan Liar Kepung Istana

beritabali.com/ist/suara.com/Ketegangan Jelang Supersemar, Pasukan Liar Kepung Istana

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Hari ini 11 Maret 2021 tepat 55 tahun terjadinya peristiwa Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret. Supersemar ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. 
Isi Supersemar pemberian kekuasaan kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan. Supersemar ini juga yang dijadikan dasar bagi Soeharto mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Soekarno. 
Praktis sejak Supersemar keluar, Presiden Soekarno tidak memiliki kekuasaan apapun di tangannya. Semua dipegang oleh Letjen Soeharto.
Sehari sebelum keluarnya Supersemar, sempat terjadi ketegangan di Istana Merdeka. Dimana saat itu ada pasukan liar yang mengepung istana.
Akhir Februari 1966, Kepala Staf Kostrad Brigjen Kemal Idris mengadakan pertemuan dengan Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo.
Kemal meminta Sarwo mengerahkan pasukannya di sekitar Istana. Pasukan RPKAD yang ditempatkan di sekitar Istana itu menggunakan pakaian Infanteri tanpa tanda pengenal.
Menurut Kemal sebagaimana dikutip dari buku "Kemal Idris Bertarung dalam Revolusi", tujuan penempatan pasukan itu untuk mengawasi gerak-gerik Wakil Perdana Menteri I Subandrio.
Di mata para perwira TNI AD, Subandrio adalah tokoh PKI yang dekat Soekarno. Karena itu TNI AD memutuskan menangkap Subandrio.
Versi Sarwo Edhie yang ditulis dalam buku "Kebenaran di Atas Jalan Tuhan", kehadiran pasukannya di sekitar Istana untuk mengawasi pasukan yang menjaga Istana.
Sarwo Edhie mengaku khawatir ada penembakan demonstran lagi seperti yang dialami Arif Rahman Hakim.
Sementara TNI AD saat itu merasakan tuntutan mahasiswa sebagai kebenaran. Namun sebagai prajurit, TNI AD tidak bisa ikut berdemo.
Untuk itulah kata Sarwo, ia menerjunkan pasukannya ke sekitar Istana untuk mengawal aksi demo mahasiswa. Pasukan RPKAD tanpa pengenal itu diperintah mengawasi pasukan Istana agar tidak seenaknya menembaki demonstran.
Pasukan RPKAD di sekitar Istana diperintah hanya jalan-jalan di sekitar Istana. Mereka tidak boleh terlalu dekat agar tidak memancing insiden. Senjata yang dibawa tidak diacungkan ke atas melainkan di hadapkan ke bawah.
Dalam buku "Resimen Pelopor Pasukan Elite Yang Terlupakan" ditulis kehadiran pasukan RPKAD ini diketahui oleh Pasukan Resimen Pelopor. 
Komandan Resimen Pelopor Kombes Anton Sudjarwo mengaku melihat Sarwo Edhie berada di belakang para demonstran mengenakan pakaian sipil. 
Anton Sudjarwo lalu mendekati Sarwo Edhie dan memintanya menarik mundur pasukan RPKAD. Jika tidak dikhawatirkan terjadi kontak tembak dengan pasukan Resimen Pelopor. 
Permintaan Anton Sudjarwo dipenuhi Sarwo Edhie. Ia menarik mundur pasukannya yang berpakaian sipil keluar dari barisan demonstran. 
Pada 10 Maret 1966, kabinet 100 menteri bersidang. Pasukan liar itu mengelilingi Istana mengawasi rapat kabinet. Kehadiran pasukan liar ini diketahui Komandan TJakrabirawa, Kolonel Sabur. Sabur melaporkan hal ini Bung Karno.
“Ada pasukan tidak dikenal mengelilingi Istana,” kata Sabur ke Soekarno. Mengetahui hal itu, Presiden Soekarno khawatir.
Bung Karno lari ke belakang Istana yang sudah menunggu helikopter. Subandrio dan Chaerul Saleh juga berlari menyusul Bung Karno. Saking terburu-burunya, sebelah sepatu Subandrio sampai copot dan tidak dihiraukannya.
Bung Karno, Subandrio, dan Chaerul Saleh terbang ke Istana Bogor. Pimpinan rapat diambil alih Dr Leimena. Kejadian ini dilaporkan ke Soeharto. Soeharto lalu mengirim surat ke Bung Karno yang diantar Basuki Rachmat, orang kepercayaan Soeharto.
e="margin-bottom: 15px;">Surat itu isinya “Saya tidak akan tanggung jawab kalau saya tidak diberi kekuasaan untuk mengatasi keadaan ini”
Basuki Rachmat adalah orang yang tidak disenangi Soekarno. Karena itu Basuki Rachmat mengantar surat itu ditemani M Jusuf dan Amir Machmud.
Melihat situasi yang tidak kondusif, Presiden Soekarno akhirnya mau menandatangani surat yang dinamakan Supersemar. Kemal Idris dalam buku "Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi" mengaku sempat membaca Supersemar itu.
Isi Supersemar adalah memberikan kekuasaan kepada Soeharto untuk bertindak mengamankan situasi. Supersemar inilah yang dijadikan Soeharto mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno.(sumber: suara.com)
 

Penulis : Media Network

Editor : Juniar


TAGS : Ketegangan Jelang Supersemar Pasukan Liar Kepung Istana Bali Beritabali


Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



News Lainnya :

Selasa, 07 Desember 2021 | 23:00
Tenaga Kerja Lokal untuk MotoGP Disiapkan
Guna menyukseskan event akbar MotoGP bulan Maret 2022 mendatang, Disnakertrans Provinsi NTB bersama ...
Selasa, 07 Desember 2021 | 23:00
Selamatkan Sapi, Korban Tewas Terseret Banjir
H Suri yang merupakan waga Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, korban ...
Selasa, 07 Desember 2021 | 22:50
Polisi Dalami Pelaku Lain Terlibat Kasus Video Porno Siskaeee
Kasus video porno Siskaeee di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo masih dike ...
Selasa, 07 Desember 2021 | 22:40
BNN Bali Bentuk Desa Bersinar di Desa Pemogan
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, Brigjen (Purn) Made Sugianyar menyebut peredaran nark ...
Selasa, 07 Desember 2021 | 22:25
Cegah Omicron, Masyarakat Diminta Tetap waspada Varian Delta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hingga saat ini belum mendeteksi adanya kasus Covid-19 v ...


Berita Lainnya

Jumat, 12 November 2021 | 15:50
Jalan Dipagari Tetangga, Wanita Ini Tantang Pakai Sertifikat Tanah
Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang wanita menghadapi tiga tetangga yang memagari jalan di ...
Minggu, 21 November 2021 | 09:40
Viral Penjual Sempol Tiriskan Minyak dengan Alat Tak Terduga
Seorang penjual tengah menggoreng dan meniriskan gorengan telah viral di media sosial. Video itu son ...
Selasa, 16 November 2021 | 12:25
Viral Pria Kaget Buka Bagasi Sepeda Motor, Isinya Bikin Muntah
Sebuah video memperlihatkan pria membuka bagasi sepeda motor miliknya telah viral di media sosial. W ...

Trending News

Trending Terhangat

Berita Bali TV