News

Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

Selasa, 11 Mei 2021 | 14:40 WITA
Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

beritabali.com/ist/suara.com/Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DUNIA.
India tengah diterpa 'badai' pandemi Covid-19 yang disebut sebagai gelombang kedua di negara itu. Dalam sehari, jumlah kematian di salah satu negara berpenduduk terbanyak di dunia itu mencapai 4.000.
Ironisnya, di tengah mewabahnya pandemi virus corona, sebagian warganya ada yang mempercayai, bahwa mandi kotoran sapi atau melumuri badan dengan kotoran sapi bisa melindungi diri dari Covid-19 atau bahkan menyembuhkannya.
Para dokter di India memperingatkan warga tentang praktik penggunaan kotoran sapi dengan keyakinan itu akan menangkal Covid-19, dengan mengatakan tidak ada bukti ilmiah untuk keefektifannya dan berisiko menyebarkan penyakit lain.
Pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini.
Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi, dan warga di seluruh negeri berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, atau obat-obatan. Kondisi itu menyebabkan banyak orang meninggal karena kurangnya perawatan.
Di negara bagian Gujarat di India barat, beberapa orang yang percaya telah pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk menutupi tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi dengan harapan itu akan meningkatkan kekebalan mereka terhadap atau membantu mereka pulih dari infeksi virus corona.
Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi, dan selama berabad-abad umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat pengobatan dan antiseptik.
"Kami melihat ... bahkan dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi (dengan kotoran sapi) ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," kata Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi.
Borisa mengatakan praktik pengobatan dengan kotoran sapi tersebut membantunya pulih dari Covid-19 tahun lalu.
Sejak itu ia menjadi anggota tetap Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, yakni sebuah sekolah yang dijalankan oleh biksu Hindu yang terletak tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila di India, yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.
Saat para peserta menunggu kotoran dan campuran urin sapi di tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan, dan berlatih yoga untuk menaikkan tingkat energi. Mereka kemudian dibasuh dengan susu atau mentega susu cair.
Para dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19, dengan mengatakan hal itu dapat menyebabkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan yang sudah ada.

BACA JUGA:

style="margin-bottom: 15px;">"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bekerja efektif untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Dr. JA Jayalal, presiden nasional Asosiasi Medis India.
"Ada juga risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat mengolesi atau mengonsumsi produk (dari sapi) ini, yaitu penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia," ujarnya.
Ada juga kekhawatiran bahwa praktik tersebut dapat berkontribusi pada penyebaran virus lebih lanjut karena melibatkan orang yang berkumpul dalam kelompok.
Madhucharan Das, yakni pengelola yang bertanggung jawab atas penampungan sapi lain di Ahmedabad, mengatakan mereka membatasi jumlah peserta praktik pengobatan tersebut.(sumber: suara.com)

Penulis : Media Network

Editor : Juniar


TAGS : Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona Bali Beritabali


Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita?

Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? Hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



News Lainnya :

Jumat, 06 Agustus 2021 | 11:00
Moderna Klaim Vaksin Booster Ampuh Lawan Varian Delta
Moderna mengklaim vaksin booster ampuh meningkatkan antibodi hingga 42 persen melawan varian Delta y ...
Jumat, 06 Agustus 2021 | 10:25
Mengadu Gurunya Lempar Lelucon Cabul, Siswi Dituntut Rp3 M
Seorang siswi asal Malaysia, Ain Husniza Saiful Nizam dituntut RM 1 juta atau setara Rp3 miliar kare ...
Jumat, 06 Agustus 2021 | 10:05
Gagal Jadi Navy SEAL, Pria Ini Bakar Kapal Perang
Seorang pria yang gagal dalam pelatihan pasukan khusus AS Navy SEAL balas dendam dengan cara membaka ...
Jumat, 06 Agustus 2021 | 09:35
Warga Tabanan Terdampak Tol Isi Blanko Pembebasan Lahan
Pemerintah Kabupaten Tabanan berencana akan melakukan tiga kali sosialisasi pembangunan jalan tol Me ...
Kamis, 05 Agustus 2021 | 22:45
2 Lokasi Longsor di Tabanan Akibat Hujan Deras
Hujan deras yang melanda Tabanan pada Rabu (4/8) hingga Kamis (5/8) dini hari menyebabkan longsor di ...


Berita Lainnya

Senin, 12 Juli 2021 | 15:40
Viral Wanita Haluskan Bahan Makanan Pakai Sepatu
Sebuah video beredar di media sosial menampilkan seorang wanita yang menghaluskan bahan makanan meng ...
Rabu, 28 Juli 2021 | 10:35
Viral Anak SMA Kepergok Guru Gelar Nikahan di Kelas
Beredar video anak SMA yang iseng menggelar acara bak pernikahan di kelas mendadak viral di media so ...
Kamis, 05 Agustus 2021 | 12:50
Pemuda Surabaya Jadi Tentara Amerika, Gaji Rp718 Juta
Berawal dari keinginan untuk melanjutkan kuliah di Amerika Serikat, pemuda asal Surabaya, Jovan Zach ...

Trending News

Trending Terhangat

Berita Bali TV