News

Petani Jinengdalem Minta Pemerintah Bangun Bendungan untuk Pertanian

Rabu, 19 Mei 2021 | 22:30 WITA
Petani Jinengdalem Minta Pemerintah Bangun Bendungan untuk Pertanian

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BULELENG.
Ketersediaan air untuk pertanian masih menjadi permasalahan di Buleleng. Dari sekian kali sosialisasi, para petani masih mengeluhkan ketersediaan air baik untuk irigasi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Seperti diungkapkan Kelian Subak Ketug-ketug Desa Jinengdalem Kecamatan/Kabupaten Buleleng Gede Suparta ditemui usai menghadiri sosialisasi ranperda Perlindungan LP2B. 
“Sarannya pertama untuk melestarikan lahan pangan berkelanjutan perlu perencanaan yang matang, termasuk menyiapkan sarana irigasi,”ungkapnya.
Gede Suparta mengatakan di desa Jinengdalem lahan pertanian semakin tahun semakin berkurang karena alih fungsi lahan. 
“Orang-orang punya kepentingan masing-masing sehingga lahan pertaniannya dijual untuk memenuhi kebutuhan mereka,”imbuhnya.
Ditanya terkait sumber air untuk pengairan sawah, Gede Suparta mengaku ketersediaan air mulai berkurang debitnya. Apalagi saat musim kemarau sehingga pihaknya beberapa kali harus mengusulkan pembangunan sumur bor dan sumber-sumber air lainnya. 
“Kita sudah mengajukan sumur bor lewat dinas pertanian, kemudian ke pusat juga sudah pernah,” terangnya.
Kekurangan air tersebut tentu berpengaruh terhadap hasil pertanian. Gede Suparta berharap dengan adanya ranperda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ini tidak hanya insentif pengurangan pajak yang di dapat namun prasarana seperti saluran irigasi dan sumber air untuk pengairan juga diperbaiki pemerintah. 
“Saya sebagai petani di Buleleng setidaknya bisa dibuatkan bendungan besar di wilayah Jinengdalem untuk menampung air disaat musim hujan sehingga bisa digunakan untuk pertanian,” tutupnya.

Penulis : Kontributor Buleleng

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS :


Biar kamu #TetapTerjaga dirumah, Kami antar semua kebutuhanmu Pakai Bluebird COD - Chat-Order-Deliver

Program berlaku di area Sarbagita, Argo taksi dimulai pick-up di lokasi pertama dan Pembayaran Tunai atau Non-Tunai melalui Easy Ride My Bluebird.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV