Ekbis

Program STMIK Primakara Dorong Digitalisasi UMKM Sejalan Kemenkop UKM

Jumat, 28 Mei 2021 | 23:00 WITA
Program STMIK Primakara Dorong Digitalisasi UMKM Sejalan Kemenkop UKM

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Fiki Chikara Satari, Staff Khusus Kementerian Koperasi & UKM Republik Indonesia (Bidang Ekonomi Kreatif) mengapresiasi keberpihakan nyata dan berbagai program pemberdayaan digitalisasi UMKM dan pendampingan UMKM go digital dilakukan kampus STIMIK Primakara.
Apa yang dilakukan kampus yang mengusung Technopreneurship Campus (Kampus Pencetak Technopreneur/Wirausaha Berbasis Teknologi) ini sangat sejalan dengan program-program Kemenkop UKM yang mendorong sebanyak-banyaknya UMKM masuk (onboarding) di platform digital atau digitalisasi UMKM alias UMKM go digital.
"STMIK Primakara ini bisa mengambil peran strategis dalam pengembangan UMKM masa depan, bukan hanya di Bali tapi Indonesia. Apa yang telah dilakukan STMIK Primakara sangat relevan dengan kondisi industri dan UMKM saat ini yang membutuhkan bantuan, pendampingan, mentor-mentor untuk bisa onboarding di platform digital," jelasnya saat hadir sebagai pembicara dalam diskusi "Riding The Wave of The Digital Economy" di Kampus STMIK Primakara di Jalan Tukad Badung No. 135 Denpasar, Kamis (27/5).
Dari sisi jumlah, UMKM di Indonesia mencapai 98 persen (65 juta lebih) dari total pelaku usaha namun masih minim UMKM yang onboarding di platform digital atau UMKM go digital. Di akhir tahun 2019 hanya ada 8 juta UMKM (12 persen) yang masuk di platform digital. 
Tahun ini jumlah UMKM yang onboarding di platform digital menjadi 19 persen (12,5 juta lebih). “Target Presiden Jokowi pada 2024 harus ada 30 juta UMKM onboarding di platform digital. Ini target kita bersama, pemerintah tidak bisa sendiri harus dibantu stakeholder, bagaimana UMKM bisa bertahan dan memenangkan persaingan,” ucapnya.
Saat ini masih ada empat hal yang menjadi tantangan digitalisasi UMKM. Pertama literasi digital UMKM masih rendah. Kedua, kapasitas produksi kecil. Ketiga, kualitas produksi belum konsisten atau cenderung rendah. Keempat akses pasar belum optimal.
“UMKM kita terlambat masuk ke digitalisasi di waktu yang seharusnya. Sekarang tugas kita bersama memperkecil ketertinggalan itu,” ujarnya.
Dalam hal ini UMKM bersiap menghadapi disrupsi digital gelombang kedua yang tengah berjalan. Dimana ada peluang-peluang baru bagi UMKM seperti di sektor agritech dan foodtech, healthtech, edutech, interactive experience & games, hingga fintech.
“Para startup harus bareng-bareng, harus berkoalisi, membangun ekosistem. Analoginya seperti superhero Marvel, DC, Justice League, yang bersatu (untuk melawan villain/penjahat),” katanya.
Mengenai peluang kolaborasi dengan STMIK Primakara untuk mendorong digitalisasi UMKM dan menjadikan UMKM tulang punggung dan pahlawan membangkitkan perekonomian di masa pandemi.
"Kampus ini sudah banyak jadi mitra pemerintah daerah di Bali. Saya rasa STMIK Primakara bisa jadi mitra strategis Kemenkop UKM dalam hal digitalisasi UMKM. Sebab saat krisis UMKM selalu jadi striker, pahlawan,” paparnya.
Selanjutnya Ketua STMIK Primakara Made Artana memaparkan berbagai upaya kampus membantu dan mendampingi para pelaku UMKM Bali untuk go digital serta juga upaya Technopreneurship Campus ini mencetak technopreneur atau pelaku startup teknologi baru.
"Kita tidak bisa menghentikan gelombang disrupsi digital, tapi bisa berenang dan berselancar agar tidak tenggelam. Maka sejak 2013 berdiri STMIK Primakara sebagai Technopreneurship Campus (kampus pencetak Technopreneur) dengan dukungan kurikulum, event, dan ekosistem startup,” bebernya.
Yang terbaru, STMIK Primaka juga diajak bekerjasama menjalankan program UMKM Bali Bangkit Bersama Bank BPD Bali yang digulirkan Bank BPD Bali serangkaian memperingati HUT ke-59 Bank BPD Bali dengan tujuan juga mendorong digitalisasi UMKM di Bali. Program ini juga memberikan stimulus modal usaha bagi 59 UMKM terpilih.
“Pandemi adalah momentum UMKM melakukan transformasi ke dalam ekosistem digital. Kondisi sekarang ini seperti blessing in disguise, hal-hal sulit jadi berkah tersembunyi. Masyarakat dipaksa menjadi entrepreneur dan UMKM mau tidak mau harus belajar berenang dan berselanjar dalam gelombang disrupsi digital agar tidak tenggelam dan hilang,” pungkas Artana.
Kemudian masih dikesempatan yang sama, Dewan Pembina STMIK Primakara Ida Bagus Agung Gunarthawa menambahkan, salah satu kunci sukses digitalisasi UMKM dan agar UMKM bisa meningkatkan skala usahanya (scale up) dalam dengan kolobari, menjalin kerjasama dan sinergi hexa helix yang melibatkan akademisi, sektor bisnis, pemerintah, media, komunitas, dan institusi keuangan/agregator.
Selain itu, akan ada follow up secara kelembagaan untuk jalinan kerjasama antara STMIK Primakara dan Kementerian Koperasi dan UMKM dalam upaya mempercepat digitalisasi UMKM di Bali.

Penulis : Agung Gede Agung

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS :


Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV