News

Usai Gempa Magnitudo 6.1 di Maluku Tengah, Warga Lihat Gelombang Pasang 2 Meter

Rabu, 16 Juni 2021 | 19:25 WITA
Usai Gempa Magnitudo 6.1 di Maluku Tengah, Warga Lihat Gelombang Pasang 2 Meter

bbn/Antara

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Setelah gempa bermagnitudo 6 mengguncang wilayah Maluku Tengah, Warga desa pesisir Kecamatan Tehoru, Maluku, Rabu siang (16/6/2021) mengaku melihat gelombang pasang setinggi sekitar 2 meter tersebut. 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa terjadi. Pegawai Kantor Camat Tehoru, Saifuddin Silawane saat dihubungi Antara via sambungan telepon di Ambon, mengatakan warga yang panik dan melarikan diri ke bukit melihat air laut yang sedang surut tiba-tiba berubah menjadi pasang.
"Warga panik, goncangan gempa kuat sekali. Yang tinggal di bawah dan dekat pantai sudah mengungsi ke dataran tinggi," kata Saifuddin. Menurut Saifuddin, semula warga tidak begitu begitu panik saat gempa pertama terjadi sekitar pukul 12.22 WIT, mereka hanya keluar dari dalam bangunan rumah. Warga mulai berlarian mengungsi ke dataran yang lebih tinggi saat gempa susulan magnitudo 6,1.
Hingga saat ini kepanikan masih terjadi di Desa Tehoru, Mahu dan Pasalolu, banyak warga yang sudah ke dataran tinggi memilih kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang berharga untuk ikut diungsikan.
"Tadinya karena goncangannya kecil, warga tidak begitu panik, hanya keluar dari dalam rumah, tapi saat gempa susulan berikutnya, mereka berlarian ke dataran tinggi," ucap Saifuddin.
Dikatakannya saat gempa magnitudo 6,1 terjadi, air laut yang sedang surut tiba-tiba pasang dengan ketinggian mencapai kurang lebih dua meter dari dinding talud pembatas pesisir dan tampak bergelombang selama lebih dari satu jam. Fenomena tersebut menambah kepanikan warga yang berada di kawasan pesisir pantai setempat.
"Air laut sempat naik dan masih bergelombang sampai pukul 15.00 WIT, ombaknya cukup kuat dari arah tengah laut ke pesisir pantai," ucap Saifuddin.
Laporan Stasiun Geofisika Klas I Ambon (Stageof Ambon) gempa terjadi dua kali di Maluku Tengah. Gempa pertama magnitudo 3,5 di 6 km barat daya Tehoru sekitar pukul 12.22 WIT, dan gempa magnitudo 6,1 di 40 km timur Kota Masohi, kedalaman 10 kilometer pada pukul 13.43.08 WIT.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami pada Rabu siang tadi dan mengimbau agar warga di pesisir pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Kordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono lewat media sosial mengabarkan bahwa awalnya tidak ada potensi tsunami akibat gempa dangkal tersebut. Tetapi belakangan BMKG merilis peringatan tsunami karena melihat kenaikan permukaan air laut.
"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gembumi tektonik M6,0 kedalaman 19 km menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak berpotensi tsunami," jelas Daryono seperti disaksikan suara.com di akun Facebook-nya.
"Namun berdasarkan hasil observasi muka laut stasiun Tehoru menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,5 meter. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut," imbuh dia.
Sumber: Suara.com

Penulis : Media Network

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS : Gempa BMKG Tsunami Gempa Susulan Pesisir Pantai


The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV